Sistem RFID Bisa Tolak Mobil Mewah Konsumsi BBM Subsidi

Kompas.com - 05/12/2013, 16:42 WIB
Petugas memasang cincin Radio Frequency Identification (RFID) kepada salah satu mobil mewah di SPBU kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2013). WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHAPetugas memasang cincin Radio Frequency Identification (RFID) kepada salah satu mobil mewah di SPBU kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2013).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Radio frequency identification (RFID) memungkinkan untuk menolak mobil mewah menenggak BBM bersubsidi.

Vice President Fuel Retail PT Pertamina (Persero) Muhammad Iskandar menjelaskan, semua kendaraan bermotor harus terpasang RFID. Dengan demikian, konsumsi BBM baik subsidi dan nonsubsidi bisa terekam, apakah tepat sasaran, atau ada penyelewengan.

Ia menegaskan, mobil-mobil mewah yang memasang RFID, konsumsi BBM subsidinya akan dibatasi. Bahkan, alat ini bisa juga didesain agar nozzle di SPBU tak mengeluarkan premium untuk mobil tersebut.

"Yang tidak pakai BBM subsidi, dipasangi RFID. Kemudian dikunci sehingga tidak bisa membeli BBM subsidi," kata dia di Jakarta, Kamis (5/12/2013).

Sementara itu, bagi pemilik mobil yang tidak mengisi tangki bahan bakarnya dengan BBM bersubsidi, dipersilakan untuk tidak memasang RFID.

"Ya kalau dia spesialis (tidak pakai BBM subsidi), ya enggak usah masang. Bukan yang prioritas. Yang penting, yang subsidi ini, agar bisa dimonitor," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan tak seharusnya mobil-mobil mewah memasang RFID. Sepengetahuan Bambang, dengan alat itu artinya kendaraan bermotor masih bisa menggunakan BBM bersubsidi, meski nantinya dibatasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X