Kompas.com - 10/12/2013, 09:37 WIB
Aktivitas puluhan kapal laut menunggu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok di Teluk Jakarta, Senin (3/6/2013). KOMPAS/AGUS SUSANTOAktivitas puluhan kapal laut menunggu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok di Teluk Jakarta, Senin (3/6/2013).
EditorErlangga Djumena


KOMPAS.com -
Indonesia memiliki wilayah laut lebih dari 5 juta kilometer persegi. Tak pelak sebutan negara maritim pun disematkan ke negeri ini. Julukan yang harus mampu dijabarkan dalam perumusan dan pelaksanaan pembangunan di segenap sektor, tak terkecuali industri maritim.

Kerap disinggung bahwa pelaksanaan asas cabotage, yang merujuk Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional, cukup efektif mampu meningkatkan jumlah kapal berbendera Indonesia dari tahun ke tahun.

Kementerian Perindustrian mencatat, sejak terbitnya Inpres No 5/2005, jumlah armada kapal nasional berbendera Indonesia meningkat cukup berarti. Periode 2005-2013, jumlah kapal naik dari sekitar 6.000 unit menjadi 11.500 unit.

Kondisi tersebut ditengarai akan meningkatkan pula kebutuhan komponen dan jasa industri maritim pendukung lainnya. Selain banyak pembangunan armada kapal baru, industri galangan kapal nasional dituntut harus bisa juga merawat dan memperbaiki kapal.

Menteri Perindustrian MS Hidayat, dalam sambutannya pada peresmian kapal penunjang kegiatan lepas pantai jenis aluminium di galangan kapal PT Caputra Mitra Sejati, Merak, Banten, pekan lalu, menegaskan, kemampuan industri maritim nasional harus ditingkatkan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan industri maritim nasional. Tak terbantahkan, suatu jenis industri akan mampu tumbuh berkelanjutan di suatu tempat jika ada pasar bagi produk industri tersebut.

Terkait hal ini, menurut Hidayat, perlu ada dorongan bagi pelaku industri pelayaran, pelaku niaga, dan instansi pemerintah pengguna kapal. Mereka harus didorong untuk mempercayai galangan kapal nasional dalam membangun dan mereparasi kapal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai perbandingan, industri otomotif jenis kendaraan penumpang dan niaga tumbuh kuat ketika ada pasar besar untuk jenis kendaraan itu. Dengan demikian, perakitan, layanan purnajual, dan pembuatan kendaraan dengan persyaratan kandungan lokal semakin meninggi juga digenjot di dalam negeri.

Pemerintah berpendapat, keberpihakan dan kecintaan pemangku kepentingan untuk menggunakan produk dalam negeri akan mampu mewujudkan cita-cita membangun industri maritim. Dalam hal ini industri maritim yang kuat dan berdaya saing tinggi akan dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ini sesuatu yang jelas dapat dinalar.

Alangkah membanggakannya saat ribuan armada kapal yang berbendera Indonesia itu sepenuhnya buatan galangan kapal dalam negeri dengan kandungan lokal setinggi mungkin. Bukan kapal berbendera Indonesia, tetapi sejatinya kapal impor.

Patut dicamkan bahwa para leluhur kita pada zamannya sudah membuktikan kepiawaian dalam membuat kapal. Saatnya bagi kita di zaman ini untuk mampu membuktikan bahwa semangat kebaharian nenek moyang itu masih lestari hingga kini dan era nanti. (C Anto Saptowalyono)



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[TREN WISATA KOMPASIANA] 10 Destinasi di Kota Vancouver Kanada | Menggapai Atap Dunia, Everest Base Camp | Fenomena Hotel Kasino di Las Vegas Strip

[TREN WISATA KOMPASIANA] 10 Destinasi di Kota Vancouver Kanada | Menggapai Atap Dunia, Everest Base Camp | Fenomena Hotel Kasino di Las Vegas Strip

Rilis
Impor Alkes Capai Rp 150 Triliun, Bahlil Ajak Investor Asing Masuk Sektor Kesehatan

Impor Alkes Capai Rp 150 Triliun, Bahlil Ajak Investor Asing Masuk Sektor Kesehatan

Whats New
SNV Indonesia Kampanyekan Pentingnya Prokes pada Kelompok Rentan

SNV Indonesia Kampanyekan Pentingnya Prokes pada Kelompok Rentan

Rilis
Investigasi Dugaan Kebocoran Data, BRI Life Jamin Keamanan Polis Nasabah

Investigasi Dugaan Kebocoran Data, BRI Life Jamin Keamanan Polis Nasabah

Whats New
Bahlil: Investasi dari AS, Australia, dan Korsel Bakal Masuk Tahun Ini

Bahlil: Investasi dari AS, Australia, dan Korsel Bakal Masuk Tahun Ini

Whats New
Pemerintah Sebut Investasi Besar Bakal Masuk ke Kalimantan Utara

Pemerintah Sebut Investasi Besar Bakal Masuk ke Kalimantan Utara

Whats New
Kementerian PUPR Tambah Fasilitas RS di Yogyakarta

Kementerian PUPR Tambah Fasilitas RS di Yogyakarta

Rilis
Agar Ekowisata Berkembang, 10.000 Bibit Bakau Ditanam di Mandalika

Agar Ekowisata Berkembang, 10.000 Bibit Bakau Ditanam di Mandalika

Rilis
Bantu Warga Terdampak PPKM, Pengusaha Peduli NKRI Kembali Galang Donasi

Bantu Warga Terdampak PPKM, Pengusaha Peduli NKRI Kembali Galang Donasi

Rilis
BCA Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

BCA Buka Banyak Lowongan Kerja, Cek Posisi dan Syaratnya

Work Smart
Cara Daftar Prakerja Gelombang 18

Cara Daftar Prakerja Gelombang 18

Whats New
KSPSI Bareng Polri Gelar Vaksinasi Gratis untuk Buruh, Simak Jadwalnya

KSPSI Bareng Polri Gelar Vaksinasi Gratis untuk Buruh, Simak Jadwalnya

Whats New
Startup Tanijoy Diduga Gelapkan Uang 430 Lender Senilai Rp 4,5 Miliar

Startup Tanijoy Diduga Gelapkan Uang 430 Lender Senilai Rp 4,5 Miliar

Whats New
Perhimpunan Pemberi Pinjaman Tanijoy Berencana Selesaikan Masalah Lewat Jalur Hukum

Perhimpunan Pemberi Pinjaman Tanijoy Berencana Selesaikan Masalah Lewat Jalur Hukum

Whats New
Saingi Nelayan Asing, KKP Izinkan Kapal Pukat Ikan Beroperasi di Perbatasan

Saingi Nelayan Asing, KKP Izinkan Kapal Pukat Ikan Beroperasi di Perbatasan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X