Kompas.com - 10/12/2013, 19:46 WIB
Direktur Utama PT.RNI, Ismed Hasan Putro, saat meninjau Pabrik Gula Jatitujuh, di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (6/9/2013). Tahun ini PG Jatitujuh mendapat kuota impor raw sugar oleh Kementerian Perdagangan, sebanyak 25.000 ton yang datang Agustus lalu. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIDirektur Utama PT.RNI, Ismed Hasan Putro, saat meninjau Pabrik Gula Jatitujuh, di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (6/9/2013). Tahun ini PG Jatitujuh mendapat kuota impor raw sugar oleh Kementerian Perdagangan, sebanyak 25.000 ton yang datang Agustus lalu.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

SEMARANG, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro mengatakan perseroan telah melakukan revitalisasi terhadap beberapa pabrik gula yang dimilikinya.

"Kami sudah melakukan revitalisasi di beberapa pabrik. Sudah kita lakukan. Kan nggak perlu digembar-gemborkan, yang penting kan jalan," kata Ismed saat ditemui Kompas.com di Agrowisata Banaran, Semarang, Selasa (10/12/2013).

Terkait rendemen, Ismed mengungkapkan kata kuncinya ada di kualitas tanaman tebu dan bukan di pabrik. Pabrik, ujar dia, hanya menyumbang kontribusi sebesar 15 persen untuk rendemen.

"Yang paling dominan itu ada di tanaman dan angkut. Bukan soal tanah, tapi kualitas tanaman, kualitas bibit, kualitas tebu, hasilnya. Bersih, (atau) kotor," jelasnya.

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, Ismed mengungkapkan harus ada sebuah kesadaran di kalangan petani untuk dapat mengelola lahan perkebunan tebunya dengan baik. Hal ini sudah dilakukan di beberapa pabrik gula di wilayah Jawa Timur.

"Tapi itu saja tidak cukup. Harus ada dukungan dari pemerintah untuk tidak mengijinkan di sentra-sentra pabrik gula tebu diijinkan (beroperasi) pabrik yang berbasis rafinasi, karena itu akan menghancurkan petani," kata Ismed.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X