Rupiah Loyo, Subsidi BBM Bengkak Jadi Rp 250 triliun

Kompas.com - 12/12/2013, 15:45 WIB
Bajaj mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. KOMPAS / PRIYOMBODOBajaj mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) 31.103.03 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
EditorBambang Priyo Jatmiko

NUSA DUA, KOMPAS.com — Pelemahan nilai tukar rupiah sepanjang kuartal IV 2013 ternyata berdampak signifikan pada subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Buktinya, beban subsidi BBM menjelang akhir tahun terkerek hingga 25 persen akibat menguatnya mata uang dollar AS terhadap rupiah. Wakil Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro memperkirakan, akan ada tambahan sekitar Rp 50 triliun untuk subsidi BBM di tahun 2013 ini.

Artinya, di sepanjang tahun ini, pemerintah membuang Rp 250 triliun hanya untuk subsidi BBM. Hal ini mengingat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2013, subsidi BBM mencapai Rp 199,9 triliun.

Padahal, pemerintah sudah berusaha menekan subsidi BBM dengan menaikkan harga pada 22 Juni lalu. "Karena kami harus mengimpor bahan bakar dan pelemahan rupiah terjadi akhirnya subsidinya naik hingga 25 persen," kata Bambang dalam seminar internasional "Avoiding The Middle Income Trap: Lesson Learnt and Strategies for Indonesia to Grow Equitably and Sustainably" di Nusa Dua, Kamis (12/12/2013).

Hal tersebut memang tidak dapat dihindari oleh pemerintah. Padahal dengan dana sebesar Rp 50 triliun, pemerintah dapat membenahi infrastruktur.

"Contohnya saja untuk pembangunan bandara baru di Jakarta. Dengan dana segitu semuanya akan mudah," pungkasnya. (Anna Suci Perwitasari)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Kontan
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X