Kompas.com - 12/12/2013, 19:45 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Seiring dengan pelemahan nilai mata uang rupiah sampai menyentuh Rp 12.000 per dollar AS, pedagang valuta asing menilai mata uang rupiah sudah tidak dihargai di transaksi keuangan dunia.

"Mana ada yang mau rupiah, paling di Arab Saudi karena ada banyak TKI," ujar Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing Muhamad Idrus, Kamis (12/12/2013).

Idrus menilai mata uang rupiah saat ini bukan menjadi identitas negara Indonesia di mata uang nasional. Idrus membandingkan mata uang rupiah dengan lambang Garuda yang sudah menjadi identitas bangsa selama ini.

"Karena rupiah bukan identitas lambang negara, tidak sama seperti burung garuda," ungkap Idrus.

Menurut Idrus, dengan adanya redenominasi, mata uang rupiah bisa meningkat nilai dan martabatnya di mata asing. Lebih lanjut Idrus mengatakan, redenominasi bisa memperlihatkan jati diri bangsa yang bisa disamakan dengan mata uang negara lain.

"Nol tiganya dihilangkan di belakang, jadikan malu di luar negeri rupiah enggak jadi identitas," jelas Idrus.

Lebih lanjut Idrus mengatakan, saat ini mata uang rupiah sudah masuk menjadi 10 mata uang yang tidak berharga di dunia. Bahkan rupiah sudah masuk peringkat lima besar.

"Kita masuk 10 mata uang sampah di dunia, Zimbabwe nomor 1, kita nomor 5," papar Idrus. (Adiatmaputra Fajar Pratama)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X