Dilema Karawang, Industri atau Bertani

Kompas.com - 19/12/2013, 11:37 WIB
Pengembangan kawasan industri berpengaruh terhadap pengurangan lahan pangan dan kondisi masyarakat. Kompas/Agus Susanto (AGS)Pengembangan kawasan industri berpengaruh terhadap pengurangan lahan pangan dan kondisi masyarakat.
|
EditorErlangga Djumena

KARAWANG, KOMPAS.com -
Bupati Karawang Ade Swara mengatakan banyak warga di daerahnya dilanda dilema. Pasalnya, semakin maraknya berbagai industri yang memilih Karawang, Jawa Barat sebagai lokasi produksi membuat indentitas daerah sebagai penghasil beras di Indonesia.

"Agak sulit mensinkronisasi antara keinginan masyarakat. Secara undang-undang, Karawang diposisikan sebagai daerah pertanian, jadi tidak boleh diubah tata ruangnya, bisa-bisa tindak pidana," jelas Ade di Karawang, Jawa Barat, Rabu (18/12/2013).

Ia mengatakan, masyarakat Karawang saat ditanya, ternyata lebih memilih menjual lahannya untuk dijadikan pabrik daripada bertani. "Mereka tentu lebih memilih menjual lahannya," ucap Ade.

Dengan semakin majunya industri, diharapkan mampu mendongkrak perekonomian kabupaten. Tapi, Ade menegaskan, lebih penting lagi menjaga posisi Karawang sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar di Indonesia.

"Satu bangsa besar tidak akan mampu bertahan tanpa ada ketahanan pangan. Ini yang harus dijaga," kata Ade.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X