Pemangkasan Stimulus oleh the Fed Beri Efek Positif ke Indonesia

Kompas.com - 19/12/2013, 12:49 WIB
Gedung Bank Sentral Amerika (The Fed). Dok Kontan.co.idGedung Bank Sentral Amerika (The Fed).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan bank sentral Amerika Serikat atau The Fed untuk menarik stimulus moneter sudah dipastikan dilakukan bulan Januari 2014. Keputusan ini dinilai bagus karena ketidakpastian telah berkurang. Selain itu, dampak kebijakan ini juga menguntungkan bagi Indonesia.

"Saya kira ini bagus karena sudah berkurang ketidakpastiannya. Selama ini yang jadi masalah kan karena belum jelas. Sekarang sudah jelas dikurangi 10 (miliar dollar AS) mulai Januari (2014)," kata ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistianingsih ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (19/12/2013).

Bagi investor, kata dia, keputusan tersebut sudah jelas karena rencana tapering The Fed sudah diketahui sejak lama. Dengan keputusan ini Lana menjelaskan investor sudah bisa mengukur risiko investasi. Ia memandang pengurangan sebesar 10 miliar dollar AS tidak terlalu signifikan.

"Mungkin masih tidak perlu untuk bereaksi negatif, tapi seiring dengan ekonomi AS yang membaik memang ada potensi bahwa dana-dana itu kembali ke AS lebih banyak," ujarnya.

Lebih lanjut, Lana berpendapat dalam dua hari ini pasar Indonesia masih akan terbawa euforia efek positif regional dan global yang merespon positif keputusan The Fed tersebut. Ia memandang hal ini dapat berdampak pada penguatan pasar dalam dua hari ke depan.

"Jadi nampaknya itu akan membantu penguatan dari pasar dalam 2 hari terakhir, hari ini dan besok. Tetapi selebihnya karena memang sudah mendekati akhir tahun sih potensi naiknya masih ada, tapi tidak terlalu signifikan," jelas dia.

Meskipun demikian, Lana beranggapan keputusan The Fed ini akan membawa dampak positif bagi sektor rill Indonesia. Membaiknya perekonomian AS akan mendorong ekspor Indonesia ke negara tersebut.

"Untuk sektor riil justru menjanjikan dan positif untuk ekspor kita. Mudah-mudahan, karena ekonomi AS kan membaik, ini akan meningkatkan ekspor. Efek AS yang positif itu biasanya ke China positif dan ke Uni Eropa positif. Dan negara-negara tersebut (adalah) target marketnya pasar Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Zoom Kucurkan 100 Juta Dollar ke Aplikasi yang yang Gunakan Teknologinya

Whats New
PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

PTPN III Rampungkan Proses Restrukturisasi Senilai Rp 41 Triliun

Rilis
Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X