Kompas.com - 19/12/2013, 14:00 WIB
|
EditorErlangga Djumena

Usaha pengolahan ikan kayunya yang diproduksi dalam bentuk kemasan itu bisa dibilang yang pertama di Aceh. Sebelumnya, ikan kayu yang ada di pasaran masih dalam bentuk batangan dengan ukuran besar.

"Ikan kayu memang dari dulu sudah ada, tapi ukurannya besar, jadi saya buatlah dalam kemasan dan saya iris kecil-kecil sehingga praktis bagi pembeli, tinggal cuci dan langsung masak," terang dia yang saat ini dibantu oleh 10 tenaga kerja.

KOMPAS TV/RAJA UMAR Ikan Kayu produk Fauziah

Fauziah pun memberi label ikan kayu cap kapal tsunami pada produknya, dengan kemasan bergambar kapal di atas rumah. Produk Fauziah ternyata disambut dengan baik oleh pasar. Bahkan, kini Ikan Kayu Cap Kapal Tsunami menjadi salah satu oleh-oleh Banda Aceh bagi wisatawan, baik  lokal maupun mancanegara. Ia pun sebulan meraup omzet antara Rp 15 juta dan Rp 20 juta.

Tak terasa hampir sembilan tahun sudah gempa dan tsunami yang mengguncang Aceh berlalu, usaha ikan kayu Fauziah pun kian maju. Kelima anaknya bisa dibesarkan dan sekolah hingga ke perguruan tinggi dengan usaha Ikan Kayu Cap Kapal Tsunami.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.