Kompas.com - 26/12/2013, 13:52 WIB
EditorErlangga Djumena

Memiliki mitra di luar negeri memudahkan I Nyoman Gede Sumaartha memasarkan produknya sampai luar negeri. Lewat mitra inilah, ia secara aktif memasok aneka produk handicraftke berbagai negara.

"Saya pasarkan seperti ke Australia, Amerika, dan Asia. Walaupun bukan saya yang langsung turun tangan. Jadi, ada rekanan saya yang memasarkan lewat pameran di sana," kata ayah dari dua orang anak ini.

Menolak tawaran Disney

Saat ini, CV Seni Echo memiliki 10 mitra yang tersebar di seluruh dunia. Salah satunya, Nyoman menjalin kerja sama dengan Zen-Zen Garden Home yang ada di Amerika Serikat.

Menurut Nyoman, banyak perusahaan-perusahaan asing yang tertarik menggunakan produk buatannya. Meski begitu, ia tak langsung dengan mudah menjalin kerjasama dengan perusahaan tersebut. Bahkan, beberapa perusahaan ada yang ditolaknya, meskipun perusahaan tersebut sudah terkenal.

Salah satu perusahaan yang ajakan kerjasamanya ditolak Nyoman, yaitu Disney. Ia mengetahui jejak rekam Disney sebagai perusahaan internasional yang cukup besar. Namun, menurutnya, kerjasama yang ditawarkan pihak Disney tidak menguntungkan bagi usahanya. "Kenapa saya tolak? Ya jelas, karena saya merasa dirugikan dengan mutual of understanding (MoU) yang dibuat pihak Disney," katanya.

Ia menambahkan, ia justru merasa dibebani dan tawaran kerjasama tersebut lebih menguntungkan Disney. Namun, Nyoman tak memerinci tentang poin yang menyebabkannya keberatan atas kerjasama.

Baginya, tak masalah apapun perusahaannya, asalkan kerjasama yang dilakoni menguntungkan kedua belah pihak. "Saya punya prinsip, buat apa terkenal, kalau pada akhirnya merugikan perusahaan saya," jelasnya.

Untuk perusahaan dalam negeri pun, jika tidak mendatangkan untung, Nyoman tidak ingin melakukan kerjasama. Ia mengaku sudah beberapa kali memutuskan kerjasama dengan perusahaan di dalam negeri. "Kalau kerjasama sudah tidak masuk akal, akan saya batalkan," katanya. Maka, dalam berbisnis, Nyoman sangat selektif dalam memilih rekan.

Ia juga bilang, keuntungan yang didapat, diantaranya untuk mensejahterakan karyawan. Baginya, kesuksesan CV Seni Echo terletak pada kualitas hidup para pegawai. Kesejahteraan karyawan penting untuk membangun loyalitas dan sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka. "Tidak perlulah terkenal dan memakai mobil Ferrari; buat apa kalau kualitas hidup kita biasa saja," tuturnya.

Ke depan, Nyoman berambisi menambah jumlah gerai di Bali. Selain itu, Nyoman juga berencana menambah mitra di luar negeri. Tujuannya, supaya pasar produk handicraft-nya semakin luas. "Kita juga butuh ekspansi, namun yang paling utama kita membutuhkan modal yang cukup," ucap Nyoman tanpa merinci besar modal yang dibutuhkan.

Modal itu dibutuhkan untuk menggenjot kapasitas produksi dan menambah karyawan. Sat ini, Nyoman mampu memproduksi 2.500 sampai 3.000 item per minggu. Ke depan, ia menargetkan produksi hingga 10.000 item per minggu. (Pratama Guitarra)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.