Pertamina Siapkan Belanja Modal Hingga Rp 90 Triliun

Kompas.com - 26/12/2013, 14:21 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (persero) akan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 7,85 miliar dollar AS atau sekitar Rp 94 triliun pada 2014.

Dana sebesar itu akan dialokasikan sebesar 48 persen untuk bisnis hulu, 22,2 persen untuk kegiatan pengembangan bisnis, 13.4 persen bisnis gas, 6,4 persen untuk bisnis pengolahan, 6,1 persen untuk kegiatan pemasaran dan niaga, serta sekitar 3,9 persen untuk bisnis petrokimia dan anak perusahaan lainnya.

Vice President Corporate Communication Ali Mundakir menjelaskan dengan Capex tersebut, persero telah menyiapkan beberapa bisnis yang akan dikembangkan. Dari segi hulu, Pertamina akan memproduksikan sekitar 284.000 barel per hari minyak dan 1.567 MMscfd gas bumi atau setara dengan 554.700 barel setara minyak per hari (boepd)

"Peningkatan produksi juga ditargetkan pada bisnis panas bumi yaitu menjadi 3.036 GWh," ujar Ali, Kamis (26/12/2013).

Ali menjelaskan dari bisnis hulu Pertamina tahun depan, diperkirakan bisa menyumbangkan lebih dari 50 persen dari total laba usaha, terutama dipicu oleh peningkatan produksi dari kegiatan merger dan akuisisi maupun lapangan eksisting.

Adapun pada bisnis hilir Pertamina, target pendapatan akan didukung oleh peningkatan penjualan pada BBM retail non subsidi dan juga bisnis aviasi yang semakin menjanjikan seiring dengan peningkatan jumlah penerbangan domestik dan internasional.

"Bisnis petrokimia juga akan semakin agresif dalam kegiatan pemasaran, serta bisnis pelumas Pertamina yang tahun ini dilakukan spin off dari unit bisnis menjadi anak perusahaan, yaitu PT Pertamina Lubricants," ungkap Ali.

Bisnis gas perusahaan juga diperkirakan tumbuh signifikan terutama disokong oleh peningkatan bisnis niaga sekitar 374 persen seiring dengan kebijakan sinergi antar Anak Perusahaan Pertamina untuk memaksimalkan nilai tambah bisnis gas dari hulu, transportasi hingga kegiatan niaganya.

"Bisnis CNG (Chemical Natural Gas) diproyeksikan akan meningkat sejalan dengan mulai gencarnya program konversi BBM ke bahan bakar gas di sektor transportasi oleh pemerintah," papar Ali. (Adiatmaputra Fajar Pratama)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X