Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Masih Akan Impor Pangan

Kompas.com - 30/12/2013, 20:24 WIB
Estu Suryowati

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Suswono mengatakan meski target Rencana Aksi Bukittinggi bisa tercapai tahun depan, namun Indonesia masih perlu mengimpor sejumlah komoditas pangan utama, seperti kedelai, gula, dan daging sapi.

Sebagaimana diketahui Rencana Aksi Bukittinggi yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, mentargetkan produksi kedelai tumbuh 85 persen, dari 0,81 juta ton menjadi 1,5 juta ton.

"Kedelai mungkin masih (impor), karena memang faktanya kita belum mencukupi kebutuhan dalam negeri," ujar Suswono ditemui usai paparan kinerja, Senin (30/12/2013).

Berdasarkan kesepakatan Ditjen Teknis pada saat pra Rakor Pangan Bukittinggi, November 2013, kebutuhan kedelai pada 2014 mendatang ditaksir mencapai 2,2 juta ton. Artinya, jika produksi kedelai tahun depan mencapai target rencana Aksi Bukittinggi sebanyak 1,5 juta ton, maka masih ada defisit sebesar 0,7 juta ton.

Dalam rencana Aksi Bukittinggi, ditargetkan produksi gula 2014 tumbuh 22,05 persen, dari 2,54 juta ton pada tahun ini menjadi 3,1 juta ton tahun 2014. Namun, Suswono pesimistis, terutama untuk kebutuhan industri.

"Gula untuk industri juga masih (impor), jelas itu, karena revitalisasi pabrik tidak jalan, dan pembangunan pabrik cuma 1 dari yang seharusnya 25 unit," papar Suswono.

Menurutnya, pembangunan dan revitalisasi pabrik gula adalah tugas dan kewenangan Kementerian Perindustrian. Pihaknya, hanya bertanggungjawab on farm, yakni dengan penyediaan bibit unggul dan kegiatan bongkar serta rawat ratoon.

Sementara itu, untuk daging sapi, rencana Aksi Bukittinggi menargetkan pertumbuhan produksi sebesar 26,19 persen, dari 0,43 juta ton menjado 0,53 juta ton di 2014.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggung Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh, KAI Minta Bantuan Pemerintah

Tanggung Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh, KAI Minta Bantuan Pemerintah

Whats New
Tiket Kereta Go Show adalah Apa? Ini Pengertian dan Cara Belinya

Tiket Kereta Go Show adalah Apa? Ini Pengertian dan Cara Belinya

Whats New
OJK Bagikan Tips Kelola Keuangan Buat Ibu-ibu di Tengah Tren Pelemahan Rupiah

OJK Bagikan Tips Kelola Keuangan Buat Ibu-ibu di Tengah Tren Pelemahan Rupiah

Whats New
Pj Gubernur Jateng Apresiasi Mentan Amran yang Gerak Cepat Atasi Permasalahan Petani

Pj Gubernur Jateng Apresiasi Mentan Amran yang Gerak Cepat Atasi Permasalahan Petani

Whats New
LPEI dan Diaspora Indonesia Kerja Sama Buka Akses Pasar UKM Indonesia ke Kanada

LPEI dan Diaspora Indonesia Kerja Sama Buka Akses Pasar UKM Indonesia ke Kanada

Whats New
Unilever Tarik Es Krim Magnum Almond di Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Unilever Tarik Es Krim Magnum Almond di Inggris, Bagaimana dengan Indonesia?

Whats New
Simak 5 Cara Merapikan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran

Simak 5 Cara Merapikan Kondisi Keuangan Setelah Libur Lebaran

Earn Smart
Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya Digarap China, KAI: Kita Enggak Ikut

Studi Kelayakan Kereta Cepat ke Surabaya Digarap China, KAI: Kita Enggak Ikut

Whats New
Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Berimbas ke Harga Barang Elektronik

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Bisa Berimbas ke Harga Barang Elektronik

Whats New
Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Pendaftaran UM-PTKIN 2024 Sudah Dibuka, Ini Link, Jadwal, hingga Alurnya

Whats New
Rincian Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2024

Rincian Harga Emas di Pegadaian Hari Ini 23 April 2024

Spend Smart
Pembentukan Badan Penerimaan Negara Masuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah 2025

Pembentukan Badan Penerimaan Negara Masuk Dokumen Rencana Kerja Pemerintah 2025

Whats New
Neraca Dagang RI Kembali Surplus, BI: Positif Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi

Neraca Dagang RI Kembali Surplus, BI: Positif Topang Ketahanan Eksternal Ekonomi

Whats New
Sambut Putusan MK soal Sengketa Pilpres, Kadin: Akan Berikan Kepastian bagi Dunia Usaha

Sambut Putusan MK soal Sengketa Pilpres, Kadin: Akan Berikan Kepastian bagi Dunia Usaha

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com