Kompas.com - 13/01/2014, 11:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam pernikahan, ada beberapa hal yang jadi jaminan, seperti mengelola keuangan bersama-sama pasangan. Selain itu, bila masalah keuangan tidak dibicarakan, maka akan menjadi permasalahan termasuk, kredit dan pembagian beban keuangan.

Untuk itu, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh pengantin baru agar bisa mengelola keuangannya lebih baik:

Pertama adalah membicarakan tentang keuangan dengan pasangan. Ini sangat penting dibicarakan dalam pernikahan. Memang diakui, uang dapat menjadi topik pembicaraan yang membuat canggung dan sifatnya personal, namun hal ini cukup pentinh.

Anda dapat membicarakan masalah keuangan setelah pulang dari bulan madu. Aturlah waktu beberapa saat, bicaralah dengan santai dan rileks bersama pasangan Anda. Ambil beberapa kertas kosong beserta dokumen-dokumen keuangan Anda. Segera memulai bicara tentang keuangan diyakini akan membuat pernikahan Anda sukses.

Kedua, utarakan semua urusan keuangan jika Anda memiliki persoalan keuangan, utarakan semuanya pada pasangan Anda. Apakah Anda pernah atau sedang terlilit utang ataupun masalah keuangan sebelum menikah? Apakah Anda masih bisa menanggung biaya perawatan mobil?

Selain itu, Anda juga dapat mengidentifikasikan kepribadian Anda terkait uang. Apakah anda hemat atau boros? Hal-hal seperti ini harus diutarakan, jangan sampai ada rahasia dalam masalah keuangan Anda maupun pasangan. Bila ada masalah, akan lebih baik bila didiskusikan bersama.

Ketiga, bagi kewajiban secara adil bagi Anda dan pasangan yang keduanya bekerja. Ada jenis pasangan suami istri yang nyaman dengan pembagian biaya rumah tangga. Namun ada pula yang memandang itu sebagai masalah.

Tak ada hukum yang mewajibkan pasangan yang menikah untuk membuat segala urusan keuangan menjadi satu untuk berdua. Anda dan pasangan dapat mengombinasikan segalanya. Bila Anda berdua bekerja, Anda dapat membagi kewajiban biaya rumah tangga secara adil. Namun, akan lebih baik bila Anda berdua tetap memiliki akun bank masing-masing. Manfaatnya adalah Anda berdua tetap memiliki kebebasan finansial.

Keempat, menabung untuk masa depan. Tidak ada yang salah dengan menabung untuk masa depan. Masa-masa awal pernikahan memang indah, segalanya terasa menyenangkan. Namun Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Bisa saja masalah pekerjaan akan menghampiri, atau yang paling mungkin, masalah kesehatan bisa saja bertamu ke rumah Anda.

Sisihkanlah penghasilan Anda atau pasangan untuk ditabung untuk masa depan. Sebutlah dana darurat, yang dapat Anda pakai bila ada masalah seperti itu. Beberapa perencana keuangan merekomendasikan 10 persen dari penghasilan, namun bisa saja berapapun yang Anda mampu.

Kelima, asuransikan diri Anda selain menabung untuk masa depan. Ada baiknya Anda dan pasangan menggunakan produk asuransi jiwa. Bukannya untuk menakut-nakuti, tapi segala persiapan ini adalah untuk kemungkinan terburuk di masa mendatang.

Intinya adalah bukan untuk pesimis, tapi menciptakan situasi finansial yang stabil untuk kehidupan pernikahan Anda dan pasangan. Bila Anda disiplin dalam hal-hal seperti ini, bukanlah uang yang jadi masalah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Whats New
Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Whats New
SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

Whats New
Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Spend Smart
Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden

Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden

Whats New
E-Toll Bakal Diganti MLFF Buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

E-Toll Bakal Diganti MLFF Buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

Whats New
[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Whats New
Dapat Restu Jokowi, Sri Mulyani Siap Naikkan Tarif Listrik Orang Kaya

Dapat Restu Jokowi, Sri Mulyani Siap Naikkan Tarif Listrik Orang Kaya

Whats New
STA Resources Target Ekspansi Perkebunan Sawit hingga 50.000 Hektar 2025

STA Resources Target Ekspansi Perkebunan Sawit hingga 50.000 Hektar 2025

Rilis
Jokowi Cabut Ekspor Minyak Goreng, Ikappi Ungkap Kekecewaan

Jokowi Cabut Ekspor Minyak Goreng, Ikappi Ungkap Kekecewaan

Whats New
Sri Mulyani Ungkap Pendapatan Negara Berpotensi Naik Rp 420 Triliun

Sri Mulyani Ungkap Pendapatan Negara Berpotensi Naik Rp 420 Triliun

Whats New
BTN Dapat Suntikan Dana untuk Program Sejuta Rumah

BTN Dapat Suntikan Dana untuk Program Sejuta Rumah

Whats New
Transaksi BI-Fast Bank Mandiri Sudah Tembus Rp 106 Triliun

Transaksi BI-Fast Bank Mandiri Sudah Tembus Rp 106 Triliun

Whats New
Investasi Syariah: Cari Cuan dengan Prinsip Agama

Investasi Syariah: Cari Cuan dengan Prinsip Agama

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.