Pertamina Enggan Komentari Isu Akuisisi atas PGN

Kompas.com - 14/01/2014, 17:37 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Ali Mundakir enggan berkomentar terkait kabar yang menyebutkan adanya aksi akuisisi oleh Pertamina atas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

"Saya juru bicara resmi Pertamina. Jadi saya tidak bisa mengomentari sumber-sumber informasi yang tidak resmi," kata dia di Jakarta, Selasa (14/1/2014).

Sebelumnya, informasi soal akuisisi Pertamina atas PGN berasal dari risalah rapat Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama Dewan Direksi dan Komisaris Pertamina, yang beredar di kalangan wartawan.

Dalam risalah tersebut diperkirakan akuisisi memerlukan waktu 3,5 bulan. Adapun skenario yang diinginkan Pertamina adalah menggabungkan anak usahanya yakni PT Pertagas dengan PGN.

Ditemui di lokasi sama dengan Ali, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu mengatakan, soal akuisisi menjadi kewenangan Menteri Keuangan, bukan Menteri BUMN. "Itu (rapat) keputusan pemegang saham Pertamina untuk mengkaji kemungkinan akuisisi. Jadi bukan keputusan pemerintah," jelas Said mengklarifikasi.

Ia menambahkan, jika memang pemerintah menyetujui akuisisi tersebut, maka banyak hal pasti dipikirkan pemerintah salah satunya pemegang saham PGN. Sebagaimana diketahui PGN sudah melantai di bursa, dengan kepemilikan saham minoritas sebesar 43 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.