Ini 10 Saham Pilihan yang Layak Koleksi di Tahun Politik

Kompas.com - 20/01/2014, 10:02 WIB
EditorErlangga Djumena

Sedangkan menurut Ishfan, di 2014, kredit BBCA bisa tumbuh 18-22 persen atau tumbuh di atas angka rata-rata industri yang hanya diprediksi akan tumbuh sebesar 15-17 persen. Rasio NPL BBCA juga hanya berada di 0,5 persen. Bagi Ishfan, rasio keuangan BBCA masih akan sehat bila NPL­-nya naik mencapai 2 persen sekalipun.

Karena alasan ini, Ishfan memprediksi saham BBCA akan bisa tumbuh setidaknya 20 persen dan level bullish di harga Rp12.400. Sedangkan Agus memprediksi di 2014, BBCA bisa menembus harga Rp11.000.

2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
MARKET CAP Rp 17,1 triliun
p/e ratio 7,95
ROE 20,9 persen
Saham di sektor perbankan yang juga layak untuk Anda lirik adalah BBRI. Marolop, Ishfan dan juga Satrio Utomo kompak merekomendasikan saham perbankan milik pemerintah tersebut untuk dimiliki dalam portofolio Anda.

Alasannya sangat masuk akal. Bagaimana tidak, di sembilan bulan pertama 2013 lalu, BBRI masih menjadi bank nomor satu di Indonesia secara perolehan laba bersih. Di sembilan bulan pertama, BBRI meraup laba Rp 15,02 triliun atau tumbuh 17,01 persen secara year on year (yoy). Dengan bunga bersih, (net interest income/NII) sebesar Rp 30,30 triliun dan net interest margin (NIM) BBRI sebesar 8,25 persen jelas masih merupakan angka yang seksi. Dengan tetap berkonsentrasi di bisnis penyaluran kredit untuk sektor mikro, kredit mikro BRI tumbuh signifikan mencapai 26,86 persen sebesar Rp 128,22 triliun.

Posisi biaya operasional pendapatan operasional (BOPO) yang rendah juga mencerminkan bahwa bank pelat merah di bawah pimpinan Sofyan Basir ini efisien dalam menjalankan bisnisnya

Satrio Utomo menyebut, bahwa investor asing masih menganggap harga BBRI akhir tahun ini di level Rp 6.000- Rp 7.000 murah. Karena itu, di tahun pemilu, dia yakin, asing masih akan memburu dan mengkoleksi saham BBRI. Marolop menambahkan, di tengah ketidakpastian global dan bayang-bayang suku bunga acuan yang diprediksi masih tinggi, fundamental BBRI paling siap untuk menghadangnya.

Hal itu karena konsentrasi penyaluran kredit BBRI yang lebih ke arah UMKM sehingga tahan banting terhadap krisis. Apalagi, rasio dana murah BBRI -yang berasal dari tabungan dan giro- pun paling besar diantara bank-bank lain.

Marolop memprediksi BBRI akan menyentuh level Rp 9.600 di 2014. Sedangkan menurut Satrio, BBRI bisa mencapai Rp 8.000-Rp 8.500 di tahun pemilu. Sementara, Ishfan percaya, BBRI akan mampu menembus Rp 9.500 dalam rentang waktu 12 bulan mendatang.

3. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
MARKET CAP Rp 20,9 triliun
p/e ratio 13,74
ROE 15,2 persen
Pesatnya pertumbuhan ekonomi dan tumbuhnya kelas menengah di Indonesia, membuat perusahaan telekomunikasi pelat merah PT Telkom panen laba. Kontribusi laba dari anak usaha, khususnya Telkomsel, membuat saham TLKM diincar oleh berbagai fund manager dari dalam maupun luar negeri. Di tahun 2013, saham TLKM tercatat naik sekitar 13 persen.

Sampai September lalu, TLKM berhasil meraup laba Rp 15,72 triliun atau naik 11,28 persen dari perolehan yang sama di tahun 2012 lalu. Telkom di bawah kepemimpinan Arief Yahya mampu menampakkan kinerja cemerlang di tengah situasi ekonomi yang sulit.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Blokir Kartu ATM BRI lewat HP Tanpa ke Bank

Cara Blokir Kartu ATM BRI lewat HP Tanpa ke Bank

Earn Smart
Ini Usul DPR dan Pengamat agar Penerimaan Negara dari Cukai Rokok Optimal

Ini Usul DPR dan Pengamat agar Penerimaan Negara dari Cukai Rokok Optimal

Whats New
Digiasia dan Reliance Group Kolaborasi Luncurkan ReliPay

Digiasia dan Reliance Group Kolaborasi Luncurkan ReliPay

Whats New
Kembangkan Desa Perikanan Cerdas, KKP Gandeng FAO

Kembangkan Desa Perikanan Cerdas, KKP Gandeng FAO

Rilis
Menteri Investasi Ajak Negara G20 Ambil Peran Pemulihan Ekonomi Global

Menteri Investasi Ajak Negara G20 Ambil Peran Pemulihan Ekonomi Global

Whats New
Jamin Suplai ke Kilang Pertamina, Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan Dimulai

Jamin Suplai ke Kilang Pertamina, Proyek Pipa Gas Senipah-Balikpapan Dimulai

Whats New
Mendag Zulhas: Saya Sedih Petani Jual Sawit ke Malaysia

Mendag Zulhas: Saya Sedih Petani Jual Sawit ke Malaysia

Whats New
Tips Berburu Barang Elektronik Idaman ala Aulion di Puncak Kampanye Shopee 7.7 Mega Elektronik Sale

Tips Berburu Barang Elektronik Idaman ala Aulion di Puncak Kampanye Shopee 7.7 Mega Elektronik Sale

Whats New
IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Melemah

IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Melemah

Whats New
Pelemahan Rupiah akan Berlanjut Sampai Rp 16.000, Ini Pemicunya

Pelemahan Rupiah akan Berlanjut Sampai Rp 16.000, Ini Pemicunya

Whats New
Pengusaha Pusat Belanja Sarankan Pemerintah Melonggarkan Syarat Vaksinasi Booster

Pengusaha Pusat Belanja Sarankan Pemerintah Melonggarkan Syarat Vaksinasi Booster

Whats New
Mendag Zulhas: 3 Minggu Saya Menjabat, Harga Bahan Pokok Alami Tren Penurunan

Mendag Zulhas: 3 Minggu Saya Menjabat, Harga Bahan Pokok Alami Tren Penurunan

Whats New
Kunjungi Kemendagri, BPH Migas Minta Adanya Pengawasan Distribusi BBM Subsidi

Kunjungi Kemendagri, BPH Migas Minta Adanya Pengawasan Distribusi BBM Subsidi

Rilis
Dapat Pendanaan Baru, Health Insurtech Rey Target Raih Gross Premi 1 Juta Dollar AS

Dapat Pendanaan Baru, Health Insurtech Rey Target Raih Gross Premi 1 Juta Dollar AS

Whats New
Pensiunan TNI dan Polri Bisa Lapor SPTB secara Online Pakai ASABRI Mobile

Pensiunan TNI dan Polri Bisa Lapor SPTB secara Online Pakai ASABRI Mobile

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.