Ini 10 Saham Pilihan yang Layak Koleksi di Tahun Politik

Kompas.com - 20/01/2014, 10:02 WIB
EditorErlangga Djumena

Analis kami yang sepakat dengan pendapat Ishfan ini adalah Satrio Utomo. Satrio memprediksi bahwa di tahun 2014, INTP akan bergerak di rentang harga Rp 21.500-Rp 25.000. Sedangkan Ishfan lebih optimis de­ngan menargetkan harga INTP di Rp 26.000.

5. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
MARKET CAP Rp 19,6 triliun
p/e ratio 37,22
ROE 74,2 persen
Semua analis saham yang kami undang sepakat, salah satu sektor saham yang akan bersinar di tahun ini, adalah yang bergerak di sektor konsumsi. Hal ini karena konsumsi domestik, masih menjadi penopang besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dan bicara konsumsi, Unilever adalah blue chips yang banyak jadi incaran. Berbagai produk konsumsi yang dipakai sehari-hari, seperti perlengkapan mandi dan kosmetik yang diproduksinya memang menarik. Tak heran, di kuartal tiga lalu, Unilever berhasil mengantongi laba bersih Rp 4,09 triliun atau naik 12 persen dari posisinya yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba bersih Unilever Indonesia ditopang oleh kenaikan pendapatan bersih sebesar Rp 23,03 triliun atau naik 13,23 persen dibanding periode yang sama 2012 senilai Rp 20,34 triliun.

Agus merekomendasikan untuk membeli saham UNVR karena harganya akan bisa menembus Rp29.000 di akhir tahun 2014. Sementara Satrio Utomo memproyeksikan saham Unilever sanggup melesat mencapai Rp 32.000-Rp 35.000.

Meski begitu, Marolop berpendapat, saat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang cukup tinggi, kurang pas berinvestasi di saham UNVR tersebut. Memegang UNVR, sebut dia, hanya akan mendapatkan dividen tetapi tidak capital gain. Secara pergerakan saham, UNVR akan bergerak konstan. Di tengah pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5 persen, Marolop meminta investor untuk “bermain berani” dengan mengkoleksi saham yang lebih menantang seperti PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA).

6. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (ICBP)
MARKET CAP Rp 5,74 triliun
p/e ratio 24,7
ROE 14,4 persen
Selain saham Unilever, raja sektor konsumsi di Indonesia tak lain dan tak bukan adalah ICPB. Beberapa analis kami sepakat, apapun yang terjadi dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, 200 juta lebih penduduk Indonesia tidak akan lupa untuk membeli makan. Di dalam hal ini, emiten produsen mi instan Indomie ini jelas sangat diuntungkan.

Dalam sembilan bulan pertama di tahun 2013, ICBP mencatat kenaikan laba bersih menjadi Rp1,88 triliun atau naik 12 persen dari periode yang sama tahun 2012. Penjualan mi instan, masih berkontribusi paling besar ter­hadap laba ICBP sebesar 68 persen.

Beberapa tahun terakhir,saham ICBP milik Antony Salim ini telah menjadi incaran pemain besar dari lokal dan asing. Debby menyebut, pergerakan tren pembelian makanan oleh masyarakat Indonesia dari hipermarket ke minimarket, membuat posisi ICBP di atas angin. Pasalnya, ICBP sudah menguasai rantai distribusi produk sampai ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Selain itu, Debby juga menambahkan, langkah ICBP yang mulai melebarkan sayap ke bisnis minuman ringan dan juga air mineral akan menjadi bisnis yang menjanjikan.

Karena itu, Agus menyarankan Anda untuk hold saham ICBP karena kenaikannya sampai satu tahun bisa mencapai 20 persen. Itu berarti, saham ICBP bisa menembus level Rp 12.000 karena di akhir tahun, ICBP masih berada di level harga Rp 9.000-Rp 10.000.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Whats New
Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Whats New
Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Spend Smart
Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Whats New
Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Spend Smart
Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Whats New
Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Whats New
Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Whats New
KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

Whats New
Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Whats New
Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Whats New
Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Whats New
Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Whats New
Viral, Video Jendela KRL Dilempar Batu hingga Pecah Berserakan, Ini Penjelasan KCI

Viral, Video Jendela KRL Dilempar Batu hingga Pecah Berserakan, Ini Penjelasan KCI

Whats New
Isu 'Business Judgment Rule' dan 'Talent Mobility' di PP Nomor 23 Tahun 2022

Isu "Business Judgment Rule" dan "Talent Mobility" di PP Nomor 23 Tahun 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.