Wamendag: Lebih Baik Pertagas-PGN Tak Gabung

Kompas.com - 20/01/2014, 19:16 WIB
Ilustrasi KOMPAS/AGUS SUSANTO Ilustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menilai anak usaha PT Pertamina, PT Pertagas belum waktunya digabung dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Dengan demikian, kedua perusahaan tersebut bisa digunakan sebagai instrumen kebijakan pemerintah di bidang energi.

"Saya kira akan jauh lebih baik begitu," kata dia di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (20/1/2014).

Ia berharap kalaupun akhirnya terjadi akuisisi, harus dilihat keuntungannya bagi semua pihak. "Tetapi lagi-lagi bentuknya seperti apa nantinya, ini masih wacana semuanya," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan ada dua opsi untuk mengakhiri keruwetan bisnis yang terjadi antara PT Pertagas dengan PGN. Kedua opsi akan berujung pada akuisisi oleh Pertamina.

"Opsi satu dengan dua tahap. Tahap awal, Pertagas dibeli PGN, kemudian PGN dibeli Pertamina. Opsi kedua, sekaligus, kalau ujungnya dibeli Pertamina kenapa tidak sekaligus. Kalau satu tahap, langsung saja Pertamina membeli PGN," kata dia, Kamis.

Ia menegaskan PGN tetap eksis dan memiliki otonomi sendiri, meski jadi bagian dari Pertamina. Hal itu lantaran akan ada perjanjian dengan shareholder PGN. Dahlan menambahkan, dengan akuisisi ini masalah open access terselesaikan dengan sendirinya.

Adapun opsi yang bakal diambil menunggu kajian yang dilakukan oleh PT Bahana Sekuritas dan PT Danareksa.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X