Kompas.com - 22/01/2014, 20:26 WIB
Tanri Abeng Sakina Rakhma DiahSetiawan/ KOMPAS.comTanri Abeng
EditorBambang Priyo Jatmiko

“Dengan begini saya bisa lulus dan mendapatkan gelar sarjana lebih cepat,” akunya. Iqbal memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pebisnis handal ketika sudah lulus menuntut ilmu di TAU.

Dibangunnya institusi pendidikan ini, Tanri mengaku tak melulu mengejar bisnis. “Semuanya dimulai dari latar saya. Saya adalah anak dari sebuah desa (Selayar, Sulawesi Selatan) yang menjadi satu-satunya anak yang pergi ke sekolah, bahkan seluruh keluarga saya buta huruf,” ingatnya.

Tanri melanjutkan, dalam perjalanannya, ternyata ia mampu melampaui semua proses pendidikan yang harus ia tempuh dengan baik dan bisa berkiprah di berbagai posisi penting di perusahaan swasta hingga pemerintahan.  

“Saya pun bertanya pada diri saya sendiri, apa yang bisa saya berikan pada bangsa ini?” ujarnya.

Membangun sekolah, Tanri bilang, menjadi tanda terima kasih dan syukurnya atas apa yang telah ia peroleh dari Yang Maha Kuasa yang telah membawanya di titik saat ini.

Kata Tanri, ketidakmampuannya memberikan uang pada pemerintah selain dari membayar pajak, mendasarinya membangun institusi pendidikan berupa universitas.

“Bangsa ini butuh pendidikan, tak ada negara makmur jika pendidikannya tidak mencapai tingkat di mana pendidikan harus dikuasai,” ujarnya. Bagi Tanri, pendidikan merupakan kebutuhan paling mendasar bagi seluruh bangsa, khususnya Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia berharap, pendidikan bisa menjadi warisan darinya hingga 100 tahun atau bahkan 1.000 tahun nanti. Tanri ingat, pendanaan untuk membangun kampus ini ia peroleh dari hasil menjual hotel Hotel Aryaduta yang ia miliki dari hasil bermitra dengan James Riady (bosLippo Group) pada 1995 di Makassar.

Selain dari penjualan hotel, sumber dana lainnya berasal dari hasil tabungan pribadi Tanri selama 40 tahun bekerja sebagai eksekutif di luar negeri.

“Kira-kira 5 tahun lalu hotel ini jual. Dari hasil penjualan hotel ini awalnya saya ingin membangun hotel lagi, namun kemudian hasrat dan keinginan saya ternyata ingin mendirikan universitas. Maka saya putuskan mengalihkan dana untuk membangun universitas dan saya tambahkan hasil tabungan pribadi saya. Dengan modal ini saja ternyata saya masih punya hutang,” ungkapnya.

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X