Tanri Abeng, Jual Hotel Demi Universitas

Kompas.com - 22/01/2014, 20:26 WIB
Tanri Abeng Sakina Rakhma DiahSetiawan/ KOMPAS.comTanri Abeng
EditorBambang Priyo Jatmiko

Modal awal yang dikeluarkan untuk pembangunan kampus menelan biaya lebih dari Rp100 miliar, ungkap Tanri.

Tanri bilang, membangun hotel dan universitas memang berbeda, jika membangun hotel, 30 persen modal berasal dari uang pribadi dan sisanya bisa berhutang sedangkan untuk membangun universitas, skema ini terbalik. “70 persen dari total biaya membangun universitas harus saya penuhi sendiri,” katanya.

Tanri mengaku, dengan membangun universitas ini, mimpinya untuk balas budi pada bangsa bisa terealisasi. Melalui kampus ini, Tanri ingin mencetak profesional yang siap berkarir. Ke depannya, Tanri ingin membangun pusat-pusat pendidikan di Jakarta, Bandung, Yogjakarta, Sulawesi, Maluku, dan Sumatera.

Untuk memastikan mahasiswa yang lulus dari TAU memiliki kualitas, Tanri memilih dan menunjuk dosen-dosen pengajarnya secara pribadi bersama timnya. “Prinsip ini merupakan prinsip yang selalu saya pegang selama berkarir, yaitu memilih sendiri dan menempatkan orang-orang yang tepat,” katanya.

Dosen-dosen di kampus ini betul-betul dipilih sesuai kinerjanya, kata Tanri. Ia memang memiliki tim penyeleksian dosen, namun penilaian bukan hanya dari tim ini saja, karena selama prosesnya, akan ada ada tes untuk pengajaran dan evaluasi dari mahasiswa.

“Hal ini yang membuat saya mau mendatangkan enam dosen Internasional untuk melatih dosen-dosen di TAU agar mereka benar-benar menguasai materi ajar serta mampu menyampaikannya dengan baik pada mahasiswa,” ungkapnya.

Ini merupakan salah satu prinsip Tanri selama menjadi profesional yang tetap dibawa dalam memimpin TAU.

Strategi lain yang dilakukanTanri agar institusi pendidikannya tetap bisa beroperasi dan tidak rugi adalah bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk pembuatan pusat pendidikan di daerah-daerah.

“Pusat-pusat pendidikan yang nantinya tersebar di daerah-daerah inilah yang nantinya akan menjadi pendukung arus kas TAU. Saya perkirakan sekitar tiga tahun lagi kita sudah mampu balik modal ataubahkansurplus. Tahun pertama dan kedua hanya untukinvestasi,” ungkapnya.

Kerjasama dengan Pemda ini rencananya akan dimulai pada Juni tahun ini dan saat itu, akan ada 10 pusat pendidikan aktif. Kesepuluh daerah ini adalah kawasan Timur misalnya seperti ibu kota Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Medan, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi dan Kalimantan. Di TAU, biaya per semester mencapai Rp12 juta.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X