Bertemu di Swiss, Gita Wirjawan dan Mendag Australia Bahas soal Sapi

Kompas.com - 27/01/2014, 07:42 WIB
Sapi dari berbagai wilayah di Jawa Tengah digemukkan di salah satu sentra sapi potong, di Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah seperti nampak pada Senin (11/2/2013). Meskipun kuota impor sapi potong dan daging sapi naik, target produksi sapi potong di Kabupaten Boyolali tetap, yaitu meningkat 10 persen pada tahun 2013 dari total populasi sapi sebanyak 88.000 ekor. 

KOMPAS/AMANDA PUTRISapi dari berbagai wilayah di Jawa Tengah digemukkan di salah satu sentra sapi potong, di Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah seperti nampak pada Senin (11/2/2013). Meskipun kuota impor sapi potong dan daging sapi naik, target produksi sapi potong di Kabupaten Boyolali tetap, yaitu meningkat 10 persen pada tahun 2013 dari total populasi sapi sebanyak 88.000 ekor.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menyempatkan diri bertemu Menteri Perdagangan dan Investasi Australia Andrew Robb, di sela-sela rangkaian acara World Economic Forum 2014 di Davos, Swiss. Masalah impor sapi Indonesia dari Australia menjadi salah satu topik pembicaraan.

"Sampai saat ini belum ada perubahan kebijakan ekonomi antara Indonesia dan Australia," kata Gita dalam siaran pers-nya, Minggu (26/1/2014). Menurut dia, dalam pertemuan tersebut Robb menyampaikan keprihatinan pemerintah Australia atas pemberitaan negatif tentang negaranya yang berimbas ke masalah ekonomi.

Menurut Gita, mereka sempat pula membahas dukungan Australia terhadap kebijakan impor sapi betina dalam skala besar yang dicanangkan Indonesia. Sebagai solusi kurangnya populasi sapi yang antara lain memicu tingginya harga daging, Kementerian Perdagangan mengambil langkah jangka menengah dan panjang.

Di antara kebijakan tersebut adalah para importir diwajibkan mendatangkan sapi indukan atau betina produktif tanpa pembatasan. "Diharapkan akan mampu menekan angka impor daging sap," kata Gita, beberapa waktu sebelumnya.

Bahkan, imbuh Gita, diharapkan kelak Indonesia dapat bebas dari impor, baik sapi maupun daging. Pada triwulan pertama 2014, Kementerian Perdagangan menyetujui impor sapi bakalan sejumlah 130.245 ekor untuk 35 importir.

Kementerian Perdagangan juga telah menyetujui impor sapi siap potong untuk 26.360 ekor untuk 16 importir. "Pengajuan impor sapi indukan, saat ini baru 1.000 ekor oleh satu perusahaan. Harapannya akan banyak pengajuan dari importir lainnya," imbuh Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerrian Perdagangan, Bachrul Chairi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X