Sektor Perkebunan Jadi Andalan Pembiayaan Mikro PNM di Jambi

Kompas.com - 27/01/2014, 10:50 WIB
Ilustrasi: Buruh sadap mengambil lateks di tengah perkebunan karet PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII di Desa Rejomulyo, Jati Agung, Lampung Selatan, Lampung, Selasa (28/8/2012). KOMPAS / WAWAN H PRABOWOIlustrasi: Buruh sadap mengambil lateks di tengah perkebunan karet PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII di Desa Rejomulyo, Jati Agung, Lampung Selatan, Lampung, Selasa (28/8/2012).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor perkebunan menjadi andalan bisnis pembiayaan mikro PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di wilayah Jambi dengan sumbangan lebih dari 60 persen dari keseluruhan penyaluran pembiayaan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).

Sejak beroperasi pada Maret 2012 lalu hingga akhir tahun 2013, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 127,12 miliar kepada 2.217 nasabah melalui 10 kantor ULaMM. Khusus untuk 2013, realisasi penyaluran pembiayaan PNM Cabang Jambi memcapai Rp 74,09 miliar, tumbuh 64,07 persen year on year.

Adapun pertambahan jumlah nasabah mencapai 60,7 persen dalam setahun. "Sektor ekonomi ekonomi Provinsi Jambi didominasi oleh sektor perkebunan, dengan komoditas usatama kelapa sawit dan karet. Potensi perkebunan inilah yang menjadi tulang punggung bisnis mikro ULaMM Jambi, dengan membiayai langsung ke petani yang memiliki kebun karet atau sawit,” kata Pemimpin PNM Cabang Jambi Wire Ariyayudanto dalam siaran pers yang diterima Minggu (26/1/2014).

Wire menjelaskan umumnya ULaMM memberikan bantuan modal kepada petani atau usaha mikro dan kecil (UMK) untuk investasi berupa pembelian lahan perkebunan. Namun, tidak sedikit nasabah yang mengajukan pembiayaan dari ULaMM untuk mendukung bisnis perdagangan.

“Komposisi pembiayaan ULaMM di Jambi itu 62,6 persen mengalir ke sector perkebunan dan 37,4 persen diserap oleh sektor perdagangan,” ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Mikro I PNM M Lukman Rizal mengungkapkan perseroan tak hanya fokus pada bisnis pembiayaan mikro, tetapi juga mengemban misi pembinaan dan pengembangan UMKM seperti yang diamanatkan pemerintah. Dalam menjalankan misi tersebut, PNM melaksanakan pelatihan dan pendampingan usaha guna membantu pelaku UMKM meningkatkan pengetahuan dan daya saing usahanya.

“Setidaknya selama tahun 2013 saja PNM telah melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan usaha sebanyak 208 kali di seluruh jaringan operasional PNM di Indonesia, dengan peserta mencapai 9.662 pelaku UMKM,” paparnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X