"Business Plan" Merpati Belum Diserahkan ke Kemenhub

Kompas.com - 27/01/2014, 13:57 WIB
Merpati Nusantara Airlines di Bandara Sultan Kaharuddin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAMerpati Nusantara Airlines di Bandara Sultan Kaharuddin di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan belum menerima rencana bisnis atau business plan anak usaha PT Merpati Nusantara Airlines.

"Business plan Merpati belum masuk," kata Direktur Angkutan Perhubungan Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub, Djoko Murjatmodjo, saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/1/2014).

Terkait kabar adanya pemogokan yang dilakukan sejumlah pilot Merpati akhir pekan lalu, Djoko enggan mengomentari. Ia mengatakan, tidak tahu ada informasi tersebut. Ia pun tak ingin berspekulasi apakah hal itu berdampak terhadap restrukturisasi maskapai pelat merah yang berdiri 1962 itu.

Sebelumnya, Menteri BUMN Dahlan Iskan, Kamis (23/1/2014) menuturkan, Merpati mendapatkan kesepakatan melakukan kerjasama operrasi (KSO) bersama dua pihak swasta. "Tadi malam Merpati sudah melakukan tandatangan KSO dengan perusahaan swasta Indonesia," kata Dahlan, usai rapat pimpinan.

Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, pekan lalu menuturkan, anak usaha Merpati harus melaporkan rencana bisnis ke Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk mendapatkan rute terbang.

Bambang mengatakan, anak usaha Merpati bisa menggunakan slot yang ditinggalkan induknya dari Bandara Soekarno-Hatta. Moratorium ijin terbang tidak berlaku untuknya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X