Tiket "Shinkanzen" Jakarta-Bandung Diusahakan Tidak Lebih dari Rp 200.000

Kompas.com - 02/02/2014, 14:16 WIB
Sebuah kereta api cepat China memasuki stasiun Provinsi Hebei. Pekan depan China mengoperasikan rute kereta cepat Beijing-Guangzhou sejauh 2.298 km yang akan ditempuh dalam waktu haya delapan jam. ED Jones / AFPSebuah kereta api cepat China memasuki stasiun Provinsi Hebei. Pekan depan China mengoperasikan rute kereta cepat Beijing-Guangzhou sejauh 2.298 km yang akan ditempuh dalam waktu haya delapan jam.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia sedang melakukan pembahasan proyek kereta cepat shinkanzen Jakarta-Bandung. Rencananya, harga tiket per orangnya mencapai Rp 200.000.

Kajian mengenai harga ini dilakukan oleh pemerintah Jepang dalam studi kelayakan pembangunan yang sedang dilakukannya. Dengan mengeluarkan kocek segitu, masyarakat dapat menempuh jarak Jakarta-Bandung sejauh 133 kilometer hanya selama 37 menit saja.

Rute yang dilewati adalah Jakarta, Bekasi, Cikarang, Karawang, Bandung dan Gedebage. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Dedy Supriadi Priyatna mengatakan harga tiket kereta cepat ini masih akan dihitung pemerintah. Pemerintah akan mengusahakan agar harganya dapat lebih rendah dari Rp 200.000.

"Kalau mau untuk swasta memang harus Rp 200.000," ujar Dedy di Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Menurut Dedy, kalau ingin di bawah harga studi Jepang, pemerintah harus melakukan subsidi. Subsidi ini bisa dalam bentuk subsidi operasional atau subsidi investasi dalam pembangunannya.

Namun, pembicaraan mengenai hal ini secara lebih lanjut belum dilakukan pemerintah. Sekadar gambaran, Stasiun Shinkansen direncanakan berlokasi di kawasan Dukuh Atas Jakarta Pusat karena dianggap memiliki akses yang baik menuju Stasiun Sudirman dan stasiun bawah tanah Mass Rapid Transportation (MRT) yang baru. Sedangkan di Bandungnya sendiri direncanakan berada di kawasan Gedebage.

Adapun perkiraan awal, kereta cepat yang memakan waktu pembangunan 6-7 tahun ini menelan biaya hingga Rp 56 triliun. Pada tahun 2020 mendatang, masyarakat Jakarta dan Bandung diharapkan sudah bisa menikmati fasilitas kereta cepat ini. (Margareta Engge Kharismawati)



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Sukses Kembangkan Eatlah, Charina Prinandita Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Sukses Kembangkan Eatlah, Charina Prinandita Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Whats New
BI Catat Transaksi Uang Elektronik Melonjak 42 Persen, Apa Pendorongnya?

BI Catat Transaksi Uang Elektronik Melonjak 42 Persen, Apa Pendorongnya?

Whats New
IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Bangkit? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Ada Antrean Panjang Pencairan BPUM, Ini Kata Kemenkop UKM

Ada Antrean Panjang Pencairan BPUM, Ini Kata Kemenkop UKM

Whats New
Mau Cari Tambahan THR? Coba Berburu Saham yang Tebar Dividen Ini

Mau Cari Tambahan THR? Coba Berburu Saham yang Tebar Dividen Ini

Earn Smart
Cair H-10 Lebaran, Ini Besaran THR yang Diterima PNS

Cair H-10 Lebaran, Ini Besaran THR yang Diterima PNS

Whats New
Indonesia Ekspor Cysteine ke Amerika Serikat Senilai 800.000 Dollar AS

Indonesia Ekspor Cysteine ke Amerika Serikat Senilai 800.000 Dollar AS

Whats New
Deretan Anak Muda Indonesia yang Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia

Deretan Anak Muda Indonesia yang Masuk Daftar Forbes 30 Under 30 Asia

Work Smart
Begini Cara Jadi Wanita Mandiri secara Finansial

Begini Cara Jadi Wanita Mandiri secara Finansial

Work Smart
[POPULER MONEY] Penjelasan Sandiaga soal Tempat Wisata Dibuka tetapi Mudik Dilarang | Cek Penerima BPUM 2021 di Eform.bri.co.id

[POPULER MONEY] Penjelasan Sandiaga soal Tempat Wisata Dibuka tetapi Mudik Dilarang | Cek Penerima BPUM 2021 di Eform.bri.co.id

Whats New
Grab Masuk Emtek, Ini Rencana Pengembangan Bisnisnya

Grab Masuk Emtek, Ini Rencana Pengembangan Bisnisnya

Whats New
Kompaknya Luhut dan Sandiaga Sambut Investasi UEA Rp 7 Triliun di Aceh

Kompaknya Luhut dan Sandiaga Sambut Investasi UEA Rp 7 Triliun di Aceh

Whats New
Pimpin Perusahaan Ventura di Usia Muda, Dua Pemuda Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Pimpin Perusahaan Ventura di Usia Muda, Dua Pemuda Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Work Smart
Cek Peluang CPNS Ikatan Dinas, Ini 10 Sekolah Favorit dan Sepi Peminat

Cek Peluang CPNS Ikatan Dinas, Ini 10 Sekolah Favorit dan Sepi Peminat

Whats New
Jadi Pengusaha Sukses di Usia Muda, Tiga Perempuan Indonesia Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Jadi Pengusaha Sukses di Usia Muda, Tiga Perempuan Indonesia Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X