Kompas.com - 03/02/2014, 09:43 WIB
- --
EditorErlangga Djumena

Kita juga berharap TVRI mempunyai kinerja finansial yang sehat, sehingga tak perlu lagi bergantung pada dana APBN.

Itulah tiga harapan utama saya terhadap TVRI. Namun, kalau melihat fakta yang berkembang belakangan, harapan saya itu agaknya kian jauh panggang dari api.
 
Solusi
       
Baiklah saya tidak sekadar mengeluh dan menghadirkan masalah baru, tapi kalau bisa juga urun rembug merumuskan solusinya. Berikut beberapa tawaran saya.

Pertama, sebagai Lembaga Penyiaran Publik, TVRI perlu diberi kepercayaan yang besar.  Selagi menghadapi penetapan anggaran dari parlemen yang tak pernah lepas dari hengki-pengki dan tawar menawar anggaran, pinpinan TVRI tentu juga menghadapi masalah internal yang berat: SDM yang didominasi generasi tua ( yang bertentangan dengan spirit ekonomi kreatif), peralatan yang dikuasai pihak-pihak yang sudah nyaman dengan silosnya masing-masing, kultur kerja yang lama tak terbina, saling curiga dan persaingan internal yang kuat, serta kualitas manajerial yang tak bisacdidapat dalam seketika (melalui metode seleksi dan imbal jasa yang biasa)

Kedua, daripada sengkarut terus, dan politik ya tak mendukung, sudahlah kita jadikan saja TVRI sebagai korporasi dan beri kebebasan melakukan berbagai corporate action bagi peningkatan kinerjanya. Misalnya, TVRI bisa merekrut orang-orang terbaik dengan imbalan profesional yang kompetitif. Lalu, TVRI juga bisa bekerja sama dengan dengan pihak swasta untuk memanfaatkan lahannya yang luas. Di Jakarta saja luas lahan kantor pusat TVRI mencapai 3,4 hektar teeletak di kawasan amat strategis. Belum lagi dengan dengan stasiun-stasiun TVRI yang ada di daerah. Padahal, dengan teknologi dan cara kerja sekarang, TVRI mungkin tak memerlukan lahan seluas itu.

Selain itu, TVRI juga bisa menyewakan aset-aset lainnya. Misalnya, menyewakan menaranya untuk operator selular. Banyak aset TVRI yang bisa dioptimalkan sebagai sumber pendapatan. Dengan cara seperti itu, TVRI tak perlu lagi bolak-balik mengajukan anggaran ke DPR. Menjadi lebih independen dan bermartabat, keuangan sehat dan diisi orang-orang pilihan.

Bukankah cara seperti ini sudah terbukti jalan di  PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kita lihat kinerja KAI meningkat luar biasa dan tidak membutuhkan subsidi pemerintah.

Ketiga, meski menjadi korporasi, kita harus menjaga agar acara-acara TVRI tetap berorientasi pada kepentingan publik dan non partisan. Maka, buat saja aturan untuk itu. Misalnya, ada TVRI 1 yang menyiarkan program-program edukatif-entertaining tentang pertanian, perikanan dan peternakan, TVRI 2 berisi program pendidikan dan ilmu pengetahuan, TVRI 3 adalah channel khusus anak-anak, TVRI 4 menampilkan acara-acara olahraga, dan seterusnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keempat, sebagai modal awal, sebaiknya pemerintah memberikan semacam affirmative action. Misalnya, meminta BUMN atau instansi pemerintah lainnya untuk mengalokasikan sebagian anggaran iklannya ke TVRI.  Bukankah privilege seperti itu terbukti ampuh memajukan maskapai penebangan Garuda Indonesia yang  wajib digunakan para pejabat publik dan PNS?

Kelima, mewajibkan TVRI menerapkan standar governance yang setara dengan BUMN lainnya. Misalnya, dengan menerbitkan laporan keuangan di media massa, menerapkan e-procurement, dan sebagainya. Penerapan standar governance ini bukan hanya untuk meningkatkan kinerja TVRI, tetapi juga sekaligus menghindarkan TVRI dari berbagai intervensi.

Anda punya usulan lain? Mari kita kawal perubahan di TVRI dan beri sumbangkan pemikiran kita untuk membuat kinerja TVRI semakin membaik, tak lagi ribut-ribut dan masuk perangkap konflik kepentingan.  Dalam setiap peristiwa perubahan, keributan selalu berawal dari perebutan kekuasaan yang diwarnai adanya kepentingan-kepentingan.  Dan itu hanya membuat pembayar pajak berang dan mengutuk.  Tapi buat apa ya mengutuk kegelapan?

Halaman:
Baca tentang


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Transfer Saldo DANA ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Cara Transfer Saldo DANA ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Whats New
Menhub: Penerapan Ganjil-Genap Cegah Kepadatan di Kawasan Wisata

Menhub: Penerapan Ganjil-Genap Cegah Kepadatan di Kawasan Wisata

Whats New
Bappebti Blokir 249 Situs Investasi Bodong pada Agustus 2021

Bappebti Blokir 249 Situs Investasi Bodong pada Agustus 2021

Whats New
Cara Transfer OVO ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Cara Transfer OVO ke Rekening Bank dan Biaya Transaksinya

Spend Smart
PT KAI Buka Lowongan Berbagai Formasi untuk Lulusan SMA hingga S1

PT KAI Buka Lowongan Berbagai Formasi untuk Lulusan SMA hingga S1

Work Smart
Ini Bisnis yang Diprediksi Terus Tumbuh Pesat Selama Pandemi Covid-19

Ini Bisnis yang Diprediksi Terus Tumbuh Pesat Selama Pandemi Covid-19

Whats New
Kemenhub Segera Terbitkan Aturan Ganjil Genap di Berbagai Kawasan Wisata

Kemenhub Segera Terbitkan Aturan Ganjil Genap di Berbagai Kawasan Wisata

Whats New
Lengkap, Biaya Transaksi dan Perhitungan Denda GoPay PayLater

Lengkap, Biaya Transaksi dan Perhitungan Denda GoPay PayLater

Spend Smart
Perusahaan-perusahaan Raksasa Dikabarkan Akan Tinggalkan Vietnam, Ini Alasannya

Perusahaan-perusahaan Raksasa Dikabarkan Akan Tinggalkan Vietnam, Ini Alasannya

Whats New
Pahami 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Indonesia Beserta Contohnya

Pahami 17 Subsektor Ekonomi Kreatif Indonesia Beserta Contohnya

Whats New
Rincian Biaya Cicilan, Bunga, dan Denda Shopee PayLater

Rincian Biaya Cicilan, Bunga, dan Denda Shopee PayLater

Spend Smart
Perpanjangan Diskon Pajak Mobil Diyakini Dongkrak Penjualan 35.553 Unit Kendaraan

Perpanjangan Diskon Pajak Mobil Diyakini Dongkrak Penjualan 35.553 Unit Kendaraan

Whats New
Tutorial Lengkap Cara Daftar, Login, Transfer di KlikBCA Individual

Tutorial Lengkap Cara Daftar, Login, Transfer di KlikBCA Individual

Spend Smart
Bangun Sistem Pangan Berkelanjutan di Dunia, Indonesia Siap Menjadi Ketua AWG G20 2022

Bangun Sistem Pangan Berkelanjutan di Dunia, Indonesia Siap Menjadi Ketua AWG G20 2022

Rilis
Dana FLPP Beralih ke BP Tapera, Bagaimana Nasib Pembeli Rumah Subsidi?

Dana FLPP Beralih ke BP Tapera, Bagaimana Nasib Pembeli Rumah Subsidi?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.