Investor Keluhkan Saham-saham Grup Bakrie yang Jeblok

Kompas.com - 03/02/2014, 15:23 WIB
Ilustrasi aktivitas di bursa saham.  KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi aktivitas di bursa saham.
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Salah seorang investor ritel pada paparan kinerja PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), Nunu Darmawan, mengaku kecewa atas kinerja saham Bakrie Grup yang tergolong masuk kategori di saham "tidur".

Nunu Darmawan secara gamblang mengaku kecewa terhadap saham Grup Bakrie yang dimilikinya. Sebagai pengoleksi saham Bakrie, dia mengaku waswas terhadap pergerakan saham ANTV yang dikabarkan akan melakukan penawaran perdana saham atau IPO.

"Kan saya dengar ANTV juga mau go public ya, saya enggak mau harga saham ANTV nantinya terus anjlok seperti saham BUMI dan UNSP," ujar Nunu di Menara Epicentrum Kuningan, Jakarta, Senin (3/2/2014).

Nunu pun bercerita ketika dia membeli saham BUMI yang dahulunya berada pada harga sekitar Rp 4.000 per saham, tetapi sekarang harga BUMI menginjak di sekitar Rp 300 per saham. Sama halnya dengan saham UNSP yang sudah Rp 50 per saham.

"Saya beli semua saham Grup Bakrie, namun semuanya anjlok," katanya.

Seperti diketahui anak usaha VIVA, PT Intermedia Capital (ANTV), berniat untuk melakukan penawaran perdana saham pada tahun ini. ANTV sudah menggelar mini ekspose untuk mewujudkan langkahnya melantai di bursa. (Arif Wicaksono)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X