Menkeu: Penyerapan Tenaga Kerja Tak Boleh Lagi Andalkan Pertanian

Kompas.com - 05/02/2014, 17:41 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data penyerapan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian cukup tinggi, yakni sekitar 38 juta orang. Menteri Keuangan (Menkeu) M Chatib Basri mengatakan penyerapan tenaga kerja tak boleh lagi mengandalkan sektor pertanian.

"Saya rasa kuncinya ke depan penyerapan tenaga kerja tidak bisa lagi mengandalkan sektor pertanian. Karena sektor pertanian itu lahannya terbatas. Kalau tenaga kerjanya banyak, bayangkan banyak sekali orang yang di lahan terbatas. Akibatnya produktivitas mengalami penurunan. Ini kalau di ekonomi namanya the law of missing return, tanah kecil dikasih orang banyak akibatnya kepenuhan," kata Chatib di Kantor Kemenkeu, Rabu (5/2/2014).

Chatib memandang hal yang harus terjadi saat ini adalah bagaimana sektor pertanian dapat dimodernisasi sehingga tenaga kerja di sektor pertanian bergeser ke sektor manufaktur dan jasa. Oleh karenanya, sektor manufaktur harus tumbuh dan berkembang.

Secara umum, Chatib mengungkapkan penyerapan tenaga kerja baru memang belum terlalu banyak. Yang penting bagi pemerintah saat ini adalah agar tenaga kerja yang sudah ada tidak kehilangan pekerjaannya.

"Penyerapan tenaga kerja baru belum bisa terlalu banyak. Paling tidak kita mencegah agar orang (tenaga kerja) yang existing tidak diberhentikan," ujar Chatib.

Seperti diberitakan sebelumnya, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suhariyanto mengatakan seharusnya jika share pertanian mengecil, maka penyerapan tenaga kerja pun mengecil.

"Harusnya nanti pertanian itu mengecil (tenaga kerjanya) pindah ke sekunder. Semakin maju negara akan seperti itu. Singapura misalnya, atau Amerika Serikat. Pertanian di AS besar tapi share-nya hanya sekitar 3 persen karena orang-orang bergerak di jasa. Ketika semua tenaga kerja berkualitas, yang terjadi pergeseran itu," kata Suhariyanto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

28 Persen Masyarakat Tidak Bisa Bedakan Pinjol Legal dan Ilegal, Ini yang Dilakukan OJK

28 Persen Masyarakat Tidak Bisa Bedakan Pinjol Legal dan Ilegal, Ini yang Dilakukan OJK

Whats New
Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, 8 Oktober dari Stasiun Tugu Yogyakarta

Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, 8 Oktober dari Stasiun Tugu Yogyakarta

Whats New
Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini, 8 Oktober 2022 dari Stasiun Solo Balapan

Jadwal KRL Solo-Jogja Hari Ini, 8 Oktober 2022 dari Stasiun Solo Balapan

Whats New
Begini Cara Bayar IndiHome lewat BRImo, ATM BRI, dan IB BRI

Begini Cara Bayar IndiHome lewat BRImo, ATM BRI, dan IB BRI

Spend Smart
Cara Ajukan KUR BRI 2022 dan Syarat-syaratnya

Cara Ajukan KUR BRI 2022 dan Syarat-syaratnya

Whats New
Luhut Jajaki Investasi dengan The Boring Company

Luhut Jajaki Investasi dengan The Boring Company

Whats New
Ekosistem Pertanian Centrigo Dukung Kebutuhan Petani dari Hulu hingga Hilir

Ekosistem Pertanian Centrigo Dukung Kebutuhan Petani dari Hulu hingga Hilir

Whats New
Jubir Luhut: Rencana Investasi Tesla di RI Masih Berproses

Jubir Luhut: Rencana Investasi Tesla di RI Masih Berproses

Whats New
Mendorong Peluang Ekspor UMKM Ikan Hias Melalui Marketplace

Mendorong Peluang Ekspor UMKM Ikan Hias Melalui Marketplace

Whats New
Uji Coba Pembayaran Tol MLFF Akan Dilakukan pada Desember 2022

Uji Coba Pembayaran Tol MLFF Akan Dilakukan pada Desember 2022

Whats New
Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Pendapatan Nasional: Pengertian, Manfaat, Konsep, dan Rumusnya

Earn Smart
BPK Temukan Uang Tahun Emisi 2022 Berpotensi Dipalsukan, BI: Pengamanan Paling Mutakhir

BPK Temukan Uang Tahun Emisi 2022 Berpotensi Dipalsukan, BI: Pengamanan Paling Mutakhir

Whats New
Erick Thohir Ajak Diaspora Peneliti Kanker Usus Gabung ke Venture Capital BUMN

Erick Thohir Ajak Diaspora Peneliti Kanker Usus Gabung ke Venture Capital BUMN

Whats New
Wings Group Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1, 'Fresh Graduate' Boleh Daftar

Wings Group Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan SMA hingga S1, "Fresh Graduate" Boleh Daftar

Work Smart
Luhut: Menjadi Prajurit adalah Jalan Karir dan Profesi Paling Membahagiakan

Luhut: Menjadi Prajurit adalah Jalan Karir dan Profesi Paling Membahagiakan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.