Kompas.com - 06/02/2014, 07:45 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Sentimen positif berangsur-angsur ada dan menopang pergerakan rupiah. Matau uang ini pun diproyeksikan variatif dan masih mempunyai daya penguatan pada perdagangan Kamis (6/2/2014).

Dari global, sentimen positif datang dari yen yang terus melemah dan yield obligasi negara Amerika Serikat (UST) yang mulai naik. Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia situasi ini bisa menjadi pertanda berkurangnya permintaan atas aset safe-haven.

Akan tetapi, kondisi tersebut juga berarti akan kembalinya fokus utama kepada data-data perekonomian AS, kiblat utama dalam memperkirakan langkah the Fed selanjutnya.

Dollar Index yang melemah hingga dini hari tadi terjadi setelah data ADP Non-Farm Payrolls AS yang turun drastis pada Januari 2014.  Pasar Asia mampu ditutup positif kemarin dengan mayoritas mata uang yang menguat terhadap dollar AS.

Kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) bahkan dipandu turun hingga Rp 12.172 per dollar AS sejalan dengan kurs non-deliverable forward (NDF) tenor 1 bulan yang menguat.

Pelaku pasar juga merespons positif kenaikan pendapatan domestik bruto (PDB) per kapita pada 2013 yang mencapai Rp 36,5 juta dibandingkan PDB per kapita 2012 yang tercatat Rp 33,5 juta.
Pada saat bersamaan, ada sentimen negatif dari euro yang melemah sejak rilis data soal penjualan ritel.

Walaupun harus memasang yield yang agak tinggi, lelang surat utang negara (SUN) kemarin mampu mengundang penawaran yang besar. Lelang SUN mengundang penawaran senilai Rp 28,4 triliun dengan Rp 15 triliun dimenangkan pemerintah. Semula pemerintah memasang target memenangkan lelang SUN senilai Rp 10 triliun.

Hari ini penguatan terhadap dollar berpeluang berlanjut. Investor menunggu data suku bunga acuan Uni Eropa (ECB rate), neraca perdagangan Amerika Serikat, dan angka pengangguran Amerika Serikat.

Riset Trust Securities menyatakan laju rupiah kembali di atas resisten Rp 12.221 per dollar AS. Hari ini diproyeksikan rupiah ada di level Rp 12.198-12.154 per dollar AS menurut kurs tengah Bank Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X