Banjir Jakarta 2014 Picu Inflasi Lebih Tinggi Ketimbang 2013

Kompas.com - 06/02/2014, 07:55 WIB
Sejumlah bocah bermain di depan RS AL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, yang tergenang banjir, Rabu (29/1/2014). Hujan deras yang menguyur sejak kemarin malam membuat sejumlah titik di Jakarta kembali tergenang banjir. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA ANGGA BHAGYA NUGRAHASejumlah bocah bermain di depan RS AL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, yang tergenang banjir, Rabu (29/1/2014). Hujan deras yang menguyur sejak kemarin malam membuat sejumlah titik di Jakarta kembali tergenang banjir. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
|
EditorHeru Margianto
JAKARTA, KOMPAS.com - Dampak negatif banjir di Jakarta mau tak mau merembet ke kenaikan harga. Data Kamar Dagang Indonesia (Kadin), banjir di Jakarta pada 2014 ini memicu inflasi lebih tinggi ketimbang bencana banjir pada tahun 2013 yang lalu.

Wakil Ketua Umum Kadin, Sarman Simanjorang mengungkapkan, laju inflasi bulan Januari 2014 menembus angka 1,05 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Januari 2013 lalu yang tercatat hanya mencapai angka 0, 88 persen saja inflasinya.

"Semua kelompok pengeluaran masyarakat mengalami kenaikan, meski, tidak terlalu besar," ujar Sarman melalui siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (5/2/2014).

Beberapa kelompok pengeluaran yang dimaksud yakni makanan mengalami kenaikan 2,83persen, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,96 persen, makanan jadi, minuman, rokok serta tembakau 0,91 persen, kelompok sandang naik 0,86 persen, kesehatan 0,70 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 0,61 persen dan transportasi dan jasa keuangan 0,41 persen.

Meski masih tergolong normal, kenaikan laju inflasi bulan ini terjadi bukan hanya karena banjir di Jakarta saja, tapi juga di wilayah penyangga Jakarta, mulai dari Tangerang, Bekasi, Cikarang dan termasuk Karawang dan Jalur Pantai Utara Jawa atau Pantura.

"Distribusi barang kebutuhan pokok ke dan dari Jakarta, akibat banjir, mengalami keterlambatan dam memicu harga naik,"ujarnya.

Para pengusaha, lanjut Sarman, Berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat terobosan program penanggulangan banjir yang terjadi bukan lagi lima tahunan, namun setiap tahun. Pasalnya, setiap kali banjir melanda, geliat bisnis di Jakarta yang menopang ekonomi nasional mengalami kerugian sangat besar.

"Sebagai sebuah kota pusat bisnis, perdagangan pariwisata dan investasi, Jakarta harus mampu menekan dampak banjir. Jika itu terjadi, investor, wisatawan tidak ragu datang ke Jakarta," ujar Sarman.

Penanganan banjir dirasa mendesak mengingat 1 Januari 2015 mendatang era perdagangan bebas di ASEAN akan diberlakukan. 

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Susi Pernah Borong 30 Pesawat, Sandiaga Uno: Kayak Beli Kacang

Whats New
Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Semester I-2020, Fintech Ini Catat Penyaluran Pinjaman Naik 15 Persen

Whats New
Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Pangsa Pasar Bank Asing Masih Kecil di RI, Begini Rinciannya

Whats New
Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

Catat, Cara Mantap Dapatkan Penghasilan Tambahan dari Bisnis Makanan Rumahan

BrandzView
Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Luncurkan #TerusUsaha di Manado, Grab Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Whats New
Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Alami Kecelakaan Kerja Selama WFH Tetap Ditanggung BPJamsostek

Whats New
Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Serius Jadi Pemain Terbesar di Platform Digital, Telkom Bangun Hyperscale Data Center

Whats New
Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Pekerja Sektor Ketenagalistrikan Tolak RUU Cipta Kerja, ini Alasannya

Whats New
Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Pengusaha: Kita Asyik Bangun Infrastruktur, tapi Lalai Kembangkan Industrinya

Whats New
Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Pandemi Covid-19 Bikin Ketidakpastian terhadap Produktivitas dan Penyerapan Tembakau

Whats New
Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Bank Jago Bakal Kembangkan Layanan Tech Base Bank, Apa Itu?

Whats New
Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Menteri Teten: 789.000 UMKM Sudah Go Digital

Whats New
Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Presiden hingga Pejabat Eselon II Tak Dapat THR, Belanja Pegawai Turun

Whats New
Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Kecuali STAN dan STMKG, Sekolah Kedinasan Tetap Dibuka Tahun Ini

Whats New
Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Tanggapi Pembentukan Nusantara Life, Nasabah Jiwasraya: Kami Ingin Uang Kami Kembali

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X