Kompas.com - 06/02/2014, 18:16 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Tetap Ketahanan Pangan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Franciscus Welirang menilai kasus beras impor yang marak belakangan ini merupakan permainan pada tingkat pedagang.

"Sudah umum, bahwa importir juga berperan sebagai pedagang, dan sudah umum, pedagang mencampur beras. Yang saya tahu kalau beras Vietnam, betul-betul beras Vietnam murni dijual, tidak akan laku karena cenderung lengket dan tak ada yang mau makan," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (6/2/2014).

Bos Indofood ini menilai izin yang diberikan Kementerian Perdagangan memang dimaksudkan untuk beras jenis premium. Namun tidak bisa dimungkiri, Bea Cukai sulit melakukan pengecekan secara menyeluruh.

"Impor masuk lewat jalur hijau saja. Itu dasarnya kepercayaan. Kalau importir nakal, dia punya izin premium tapi dimasukkan beras jenis medium. Tapi di tingkat pedagang mereka selalu mencampur. Kalau dilihat merek-merek beras yang ada, itu sudah merupakan hasil campuran jenis beras," katanya.

Dia mencontohkan rumah makan nasi Padang menyajikan beras campuran untuk mendapatkan tekstur akhir nasi yang tidak terlalu lengket tetapi juga tidak terlalu keras (pera), sehingga sudah umum pedagang di tingkat eceran melakukan pencampuran beras.

"Misalnya ada beras Pandan Wangi yang betul-betul Pandan Wangi. Tapi ada juga yang beras dengan aroma wangi Pandan tapi tidak 100 persen beras Pandan Wangi. Campur mencampur di tingkat pedagang," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.