Kisruh Impor Beras, Bea Cukai Belum Simpulkan Ada Pelanggaran

Kompas.com - 07/02/2014, 20:41 WIB
Ilustrasi. Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi. Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan belum bisa memastikan terjadinya pelanggaran dalam kisruh beras impor asal Vietnam.

Bila memang termasuk pelanggaran, pihaknya akan melarang masuknya beras tersebut. "Kita belum bisa menyimpulkan ini pelanggaran atau tidak. Tapi ada istilah pembatasan. Kami akan kroscek dari Kementerian Pedprdagangan. Kalau memang tidak sesuai ya kami tidak perbolehkan masuk," jelas Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono, Jumat (7/2/2014).

Sejauh ini, Ditjen Bea dan Cukai telah mencatat setidaknya ada tiga importir yang bermasalah, yakni CV PS (mendatangkan 200 ton), CV KFI (400 ton), dan PT TML (200 ton).

Dia mengklaim sebetulnya kisruh beras yang terjadi bukanlah masalah rumit, karena sudah diperiksa oleh surveyor, dan masuk dalam kategori low risk. "High risk itu adalah respon kita mencermati kondisi saat ini supaya yakin masalah utamanya apa," jelasnya.

Guna memastikan bahwa beras wangi asal Vietnam tersebut merupakan varietas yang berbeda dengan beras Thai Hom Mali, Ditjen Bea dan Cukai telah mengirimkan sampel beras ke Balai Penelitian Padi di Subang, Jawa Barat.

Sementara itu, Menteri Keuangan Chatib Basri menjelaskan, dalam praktiknya yang masuk bukan cuma Thai Hom Mali, tapi beras wangi asal Vietnam. "Jadi yang dapat ijin awal dari sini tapi kategorinya dibuat sama," kata Chatib.

Chatib mengatakan untuk mengantisipasi masalah ini, maka Ditjen Pajak mengubah kategori semua beras impor dari low risk menjadi high risk. Tentu saja ada langkah-langkah lebih lanjut untuk menelusuri latar belakang masalah tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X