Kenaikan Harga Tiket Pesawat Direstui Kemenhub

Kompas.com - 08/02/2014, 14:54 WIB
Ilustrasi: konter penjualan tiket maskapai di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Kompas.com/Robertus BelarminusIlustrasi: konter penjualan tiket maskapai di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merestui tambahan biaya penerbangan (surcharge) sebesar Rp 60.000 per jam untuk tarif batas atas pesawat jenis jet, sementara Rp 50.000 per jam untuk pesawat jenis baling-baling.

Pengenaan biaya tambahan per jam ini merupakan dampak dari melemahnya nilai rupiah atas dollar AS, yang hingga saat ini kisaran Rp 12.200 per dollar AS. Selain itu, harga avtur pun merangkak naik.

"Kita sesuaikan. Kalau tarif batas atas belum kita bahas. Tapi untuk sementara ini kita memberikan kepada airlines, surcharge yaitu Rp 60.000 per jam terbang pesawat seperti Boeing, dan untuk pesawat propeller (baling-baling) itu Rp 50.000 per jam terbang," ungkap Dirjen Perhubungan Udara, Kemenhub, Herry Bakti, Jakarta, Sabtu (8/2/2014).

Herry menambahkan, surcharge bersifat sementara. Jika rupiah kembali terapresiasi atas dollar AS, maka tambahan biaya ini pun akan dikoreksi. "Kalau harga dollar melemah ya bisa kita cabut lagi, atau kalau nanti berlanjut surcharge kita cabut dan tarif batas atas berubah," imbuh Herry.

Permintaan industri penerbangan yang tergabung dalam Indonesia National Air Carriers Association (INACA) soal tambahan tarif tersebut sudah disepakati oleh Menteri Peruhubungan, EE. Mangindaan. Mengenai waktu berlakunya, Herry mengaku belum tahu pasti.

"Saya lupa (berlakunya kapan) nanti saya cek lagi. Tapi terbitnya minggu depan. Apa langsung berlaku atau tidak, nanti kita lihat dulu. Yang penting tandatangan dulu lah. Pak Menteri sudah bilang ke saya, Pak Menteri setuju," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X