Ini Tugas Utama Lutfi sebagai Mendag Baru

Kompas.com - 12/02/2014, 11:57 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan yang baru. Lutfi menggantikan Gita Wirjawan yang mengundurkan diri sejak 31 Januari 2014. Icha RastikaPresiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan yang baru. Lutfi menggantikan Gita Wirjawan yang mengundurkan diri sejak 31 Januari 2014.
Penulis Icha Rastika
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan sejumlah hal yang menjadi prioritas bagi Muhammad Lutfi sebagai menteri perdagangan yang baru. Lutfi menggantikan Gita Wirjawan yang mengundurkan diri sejak 31 Desember 2013. Dalam sisa waktu Kabinet Indonesia Bersatu II yang tinggal sembilan bulan ini, Presiden meminta Lutfi untuk menjaga stabilitas harga di dalam negeri dan meningkatkan ekspor.

“Prinsip dan agenda utama Mendag yang baru hingga masa bakti kabinet ini adalah harus aktif melakukan stabilitas harga di dalam negeri, ini sangat penting dan salah satu domain Mendag,” kata Presiden dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (12/2/2014).

Hadir dalam jumpa pers tersebut, Wakil Presiden Boediono, Gita Wirjawan, dan Lutfi. Terkait dengan peningkatan ekspor, Presiden meminta Lutfi berupaya untuk mendapatkan pasar-pasar atau peluang-peluang baru ekspor Indonesia di luar negeri.

Dengan demikian, katanya, diharapkan ekspor Indonesia bisa terus meningkat. Selain itu, Presiden meminta Mendag yang baru untuk bekerja sama baik dalam kerangka G-20 maupun dalam kerangka kerja sama kawasan seperti ASEAN, ASEAN Plus, dan APEC.

Terkait hal itu, Lutfi diminta memelihara kepentingan perdagangan Indonesia di tingkat internasional melalui diplomasi yang efektif. Jangan sampai, kata Presiden, komoditas Indonesia mengalami hambatan dalam perdagangan internasional. “Seperti dalam kasus enviromental goods terutama kelapa sawit yang menjadi tulang punggung ekspor kita,” ujar Presiden.

Adapun Lutfi akan resmi dilantik sebagai Mendag pada Jumat (14/2/2014) mendatang. Menurut Presiden, Lutfi bukan orang baru dalam pemerintahan. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Duta Besar RI untuk Jepang dan Federasi Mikronesia periode 2010-2014.

Lutfi juga pernah menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), dan merupakan lulusan Program in Economic Purdue University, West Lafayette, Indiana, AS (1992); dan Finance for Nonfinancial Managers New York University, AS (1992).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X