Abaikan Data Ekonomi, Wall Street Berhasil Bangkit

Kompas.com - 14/02/2014, 07:05 WIB
EditorErlangga Djumena

NEW YORK, KOMPAS.com -Saham-saham di Wall Street berakhir lebih tinggi pada Kamis (13/2/2014) waktu setempat (Jumat pagi WIB), mengabaikan data penjualan ritel dan klaim pengangguran yang mengecewakan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 63,65 poin (0,40 persen) menjadi 16.027,59. Indeks berbasis luas S&P 500 bertambah 10,57 poin (0,58 persen) menjadi 1.829,83, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq melompat 39,38 poin (0,94 persen) menjadi 4.240,67.

Saham-saham dibuka lebih rendah, namun tetap positif menyusul kenaikan menjelang siang, setelah beberapa data ekonomi melemah.

Penjualan ritel AS tak terduga turun 0,4 persen pada Januari. Ini merupakan penurunan bulanan kedua berturut-turut.

Sementara Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim awal mingguan untuk asuransi pengangguran naik menjadi 339.000 dari 331.000 minggu sebelumnya, sedikit lebih besar dari perkiraan namun sejalan dengan tren jangka panjang.

Michael James, direktur pelaksana perdagangan saham di Wedbush Securities, mengatakan investor melihat data sebagai "terutama berhubungan dengan cuaca" setelah serangkaian cuaca musim dingin yang parah menekan kegiatan ekonomi.

"Penurunan terbaru dalam saham-saham adalah kesempatan yang layak untuk menaruh beberapa uang bekerja," kata James.

Tetapi Brent Schutte, seorang analis pasar di BMO Global Asset Management, mengatakan perdagangan Kamis menunjukkan bahwa "pasar percaya the Fed akan tinggal lebih lama" menyediakan uang murah untuk mendukung perekonomian.

Comcast mengumumkan sebuah usulan akuisisi Time Warner Cable senilai 45,2 miliar dolar AS dalam kesepakatan semua saham itu akan digabungkan atas dua perusahaan TV kabel AS.

Saham Comcast turun 4,1 persen, sementara Time Warner Cable melonjak 7,0 persen.

Kesepakatan itu merupakan kemunduran bagi Charter Communications, yang telah berusaha untuk mengakuisisi TWC. Saham Charter turun 6,3 persen.

Pepsico jatuh 2,2 persen karena menolak permintaan untuk spin-off (pemisahaan) perusahaan bisnis minuman Amerika Utara, dengan alasan produk sangat penting untuk kinerja ritelnya secara keseluruhan.

General Motors turun 1,0 persen setelah mengumumkan penarikan hampir 780.000 sedan yang dijual di Amerika Utara untuk masalah saklar pengapian yang bisa mematikan perangkat listrik mobil yang sedang bergerak, termasuk "airbags" (kantung udara).

Raksasa teknologi Cisco turun 2,5 persen karena laporan laba lemah yang menunjukkan penurunan 54,5 persen dalam keuntungan menjadi 1,4 miliar dollar AS. Kepala eksekutif John Chambers mengutip penjualan mengecewakan di pasar negara berkembang sebagai hambatan besar pada hasil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP/ANTARA


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Isi Saldo PayPal Termudah dan Tercepat

4 Cara Isi Saldo PayPal Termudah dan Tercepat

Spend Smart
Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

Work Smart
Menteri PUPR: Pemeliharaan Ciliwung Penting agar Jadi Barometer Sungai Bersih dan Indah di Perkotaan

Menteri PUPR: Pemeliharaan Ciliwung Penting agar Jadi Barometer Sungai Bersih dan Indah di Perkotaan

Whats New
Bendungan Pengendali Banjir Jakarta Siap Dioperasikan Bulan Ini

Bendungan Pengendali Banjir Jakarta Siap Dioperasikan Bulan Ini

Whats New
Biaya Kereta Cepat Bengkak Gara-gara China Salah Hitung di Proposal

Biaya Kereta Cepat Bengkak Gara-gara China Salah Hitung di Proposal

Whats New
Sri Mulyani: Sukuk Hijau Wujud Asas Manfaat Keuangan Islam

Sri Mulyani: Sukuk Hijau Wujud Asas Manfaat Keuangan Islam

Whats New
Benarkah di China Stasiun Kereta Cepatnya Jauh di Pinggiran Kota?

Benarkah di China Stasiun Kereta Cepatnya Jauh di Pinggiran Kota?

Whats New
Debat Sengit Said Didu Vs Arya Sinulingga soal Kereta Cepat

Debat Sengit Said Didu Vs Arya Sinulingga soal Kereta Cepat

Whats New
Libur Nataru, PUPR Pastikan Lintas Jawa Pantai Utara ke Selatan Bisa Dilalui

Libur Nataru, PUPR Pastikan Lintas Jawa Pantai Utara ke Selatan Bisa Dilalui

Whats New
Rekrutmen BUMN Gelombang II Masih DiBuka, Simak Syarat, Cara, hingga Tahap Pendaftarannya

Rekrutmen BUMN Gelombang II Masih DiBuka, Simak Syarat, Cara, hingga Tahap Pendaftarannya

Work Smart
Bertemu Pebisnis Qatar, Sandiaga Bahas Harga Tiket Pesawat hingga Investasi

Bertemu Pebisnis Qatar, Sandiaga Bahas Harga Tiket Pesawat hingga Investasi

Whats New
Lowongan Kerja Hyundai Motor Manufacturing, Simak Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja Hyundai Motor Manufacturing, Simak Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Penumpang Kereta Cepat 'Dioper' ke KA Diesel, Waktu Tempuh ke Bandung Jadi Lebih Lama

Penumpang Kereta Cepat "Dioper" ke KA Diesel, Waktu Tempuh ke Bandung Jadi Lebih Lama

Whats New
Ada Pemeliharaan Ruas Tol JORR Seksi E hingga 11 Desember, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Ada Pemeliharaan Ruas Tol JORR Seksi E hingga 11 Desember, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Whats New
Gelombang PHK Startup: Biaya Operasional, Dana Investor, hingga Pemenuhan Hak Karyawan

Gelombang PHK Startup: Biaya Operasional, Dana Investor, hingga Pemenuhan Hak Karyawan

Work Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.