Kompas.com - 17/02/2014, 09:00 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Hobi memang bisa membawa anda 'kabur' dari penatnya rutinitas. Akan tetapi, hobi juga ternyata dapat memberi pemasukan bagi anda, baik untuk pemasukan tambahan maupun untuk tabungan anda. Dalam beberapa kasus, hobi pun dapat memberikan anda pendapatan penuh, bukan sampingan.

Hobi-hobi seperti melukis, menulis, kerajinan tangan, dan fotografi bisa anda ubah menjadi bisnis. Simak bagaimana caranya.

1. Permintaan
Sebelum anda mengubah hobi menjadi bisnis, anda harus tahu apakah ada permintaan atas apa yang akan anda jual. Misalnya, anda ingin memberikan kursus golf, pergilah ke club house terdekat dan cari tahu apakah mereka membutuhkan instruktur. Atau jika anda ingin menjual lukisan anda, kunjungi galeri terdekat dan carilah secara online apakah ada 'pasar' untuk lukisan anda.

2. Rencana Bisnis
Saat anda memutuskan mengubah hobi menjadi sumber pendapatan, buatlah rencana bisnis untuk membantu langkah bisnis anda. Sebuah rencaba bisnis dapat memberikan arah dan aspek bisnis hobi anda, membantu anda agar tetap fokus pada bisnis yang dijalankan, dan mempersuasi pihak lain, misalnya investor, untuk memberi anda uang guna pengembangan bisnis.

3. Pengajaran
Tawarkan kelas-kelas kursus melalui iklan di koran, online, dan media sosial untuk membantu orang lain mempelajari hobi anda. Apakah anda gemar olahraga tertentu, seperti menari, melukis, atau kerajinan tangan. Anda dapat memberi kursus untuk memperoleh tambahan pendapatan. Kursus tersebut bisa saja diadakan secara privat.

4. Kerja Lepas (Freelance)
Tawarkan pekerjaan lepas kepada klien untuk menghasilkan uang dari hobi anda. Anda misalnya dapat menawarkan pekerjaan lepas dari hobi menulis, menerjemahkan, desain web, fotografi, atau desain grafis.

5. Lelang Online
Jual produk yang anda buat melalui pelelangan online. Menjual kerajinan tangan, lukisan, patung, dan perhiasaan buatan sendiri melalui lelang online dapat membantu anda memperoleh tambahan penghasilan dengan melakukan hobi yang anda gemari. Karena pelelangan online menjangkau audiens lokal dan internasional, faktor pengiriman barang harus dipertimbangkan dalam "memasang harga."

6. Blog dan Situs
Tawarkan produk anda melalui situs atau blog. Anda dapat memberi informasi atau gambar mengenai hobi anda dalam situs atau blog untuk menarik perhatian pengunjung yang kemudian membeli barang anda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber ehow.com


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Pemerintah Tetapkan Bunga KUR Super Mikro jadi 3 Persen

Whats New
Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Kemenhub Sebut Penetapan Tarif Ojol Akan Dialihkan ke Gubernur

Whats New
Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Bos Sampoerna Sebut Perusahaan Besar Perlu Melakukan Inovasi Disruptif

Rilis
Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Luhut: Jika Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000, Bukan karena Ekonomi RI Enggak Bagus

Whats New
Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Kalah Gugatan soal Nikel di WTO, Indonesia Akan Terus Jalankan Hilirisasi

Whats New
Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Tekan Emisi Karbon, BCA Tanam 1.000 Bibit Pohon Durian di Gunung Sasak

Whats New
Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Maksimalkan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Kemenperin Permudah Aturan Verifikasi TKDN

Whats New
Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Petakan Masalah Pangan di RI, BPS Akan Lakukan Sensus Pertanian pada 2023

Whats New
Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Bersertifikasi TKDN, UMK Diharapkan Tak Lagi Jual Produk Impor

Whats New
Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Ombudsman RI: Kementan Dinyatakan Lakukan Maladministrasi Terkait Pendataan Kartu Tani untuk Penerima Pupuk Bersubsidi

Whats New
Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Diminta Mundur, Karyawan Jiwasraya Tuntut Hak Dipenuhi

Whats New
BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

BPJS Orang Kaya Tidak Dibedakan, Begini Penjelasan Menkes

Whats New
PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

PMI Program IJEPA Akan Dapat Pelatihan Bahasa Jepang

Whats New
Ini Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Ekonomi Baru Bursa Efek Indonesia

Ini Kriteria Perusahaan yang Masuk Papan Ekonomi Baru Bursa Efek Indonesia

Whats New
RUU EBT Atur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

RUU EBT Atur Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.