Kompas.com - 17/02/2014, 15:05 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO Bitcoin Indonesia Oscar Dharmawan mengatakan mata uang virtual bitcoin diklaim dapat menyumbang penerimaan pajak negara. Devisa negara pun juga dapat bertambah karena bitcoin.

"Kami bermimpi lebih jauh, pemerintah dapat mendukung transaksi bitcoin. Sehigga nantinya dapat memberikan pemasukan kepada negara," kata Oscar di Jakarta, Sabtu (17/2/2014).

Lebih lanjut, Oscar mengungkapkan dengan melegalkan penggunaan bitcoin sebagai bagian dari komoditas virtual, maka negara dapat menarik pajak dari transaksi bitcoin. Menurutnya, saat ini keputusan Direktorat Jenderal Pajak mengenai penggolongan pajak atas bitcoin dinanti.

"Kami berhubungan dengan Direktorat Jenderal Pajak tentang penggolongan pajak untuk bitcoin di Indonesia. Sehingga transaksi bitcoin dapat meningkatkan pemasukan negara. Kami kan ada pemasukan biaya transaksi dari pengguna, meskipun cuma 1 persen," ujar dia.

Dengan melakukan penggolongan pajak atas bitcoin, Oscar menyakini mata uang virtual tersebut dapat berkontribusi kepada penerimaan devisa negara. Seperti misalnya di Singapura dimana bitcoin diyakini dapat meningkatkan penerimaan pajak.

"Di Singapura bitcoin dapat menaikkan tax revenue dan diharapkan dapat meningkatkan devisa yang masuk. Kalau di Indonesia dapat diterapkan maka akan menambah devisa, dan menjadi salah satu pemasukan terbesar negara dari pajak," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.