BI: UU Minerba Akan Tekan Pertumbuhan Ekonomi KTI

Kompas.com - 18/02/2014, 21:00 WIB
Ilustrasi bahan mentah komoditas tambang Kontan/MuradiIlustrasi bahan mentah komoditas tambang
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pemberlakuan undang-undang (UU) larangan ekspor mineral mentah alias UU Minerba akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi sejumlah daerah di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Kepala Grup Asesmen Ekonomi Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Doddy Zulverdi menjelaskan sebagian wilayah KTI tersebut memang merupakan penghasil mineral. Sehingga, kawasan tersebut akan terkena pengaruh UU Minerba.

"Yang jelas ada perlambatan di wilayah-wilayah pengahasil sumber daya alam seperti Kalimantan dan Sulawesi," kata Doddy di Jakarta, Selasa (18/2/2014).

Berdasarkan data BI, lanjut Doddy, pertumbuhan ekonomi KTI pada kuartal IV 2013 tercatat berada pada kisaran 6,6 persen sebagai angka paling rendah. Adapun Papua mencatat pertumbuhan tertinggi dengan capaian 23,8 persen.

"BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2014 di KTI akan berada di level 4,5 persen hingga 5,0 persen. Pertumbuhan secara nasional 2014 yang berada di level 5,8 persen hingga 6,2 persen," ujar Doddy.

Lebih lanjut, Doddy mengungkapkan perlambatan ekspor di KTI karena ada penyesuaian oleh pengusaha lokal dalam hal implementasi kebijakan UU Minerba. Penyesuaian itu berupa dibangunnya smelter-smelter untuk mendukung ekspor mineral, yakni untuk mengolah mineral mentah menjadi bahan jadi.

“Mereka perlu penyesuaian dengan pihak ekspor yang ada dan pembangunan smelter. Tahap awal pertumbuhan mineral lebih melambat,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X