Faisal Basri Paparkan Tuduhan Pelanggaran Pajak Asian Agri

Kompas.com - 19/02/2014, 15:39 WIB
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit RODERICK ADRIAN MOZESIlustrasi perkebunan kelapa sawit
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Asian Agri dituduh memperkecil perolehan laba dengan cara memperkecil penerimaan dan memperbesar biaya. Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses di pengadilan pajak setelah banding Asian Agri di PN Pusat ditolak.

Peneliti Indonesia Research and Strategic Analysis (IRSA), Faisal Basri, mengatakan untuk menganalisis profit antarperusahaan biasa digunakan EBITDA (Earning Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization). Menurutnya jika terjadi rekayasa hasil penjualan atau mark up biaya, akan tercermin dalam EBITDA.

"Berbohong itu tidak bisa, apalagi berbohong besar-besaran. Asian Agri disini lebih sering di atas rata-rata industri. Ini industri keren-keren dan bahkan lebih besar dari Asian Agri. Baik Asian Agri maupun perusahaan lainnya, rata-rata pergerakan EBITDA-nya sejajar dengan harga CPO," kata Faisal di Wisma Nusantara, Rabu (19/2/2014).

Dijelaskannya, pergerakan kenaikan EBITDA Asian Agri proporsional dengan harga CPO. Ia juga menegaskan posisinya disini bukan membela Asian Agri dan mengatakan Asian Agri lebih jujur dari perusahaan lain.

"Jika tujuan rekayasan penjualan dan biaya fiktif benar, maka hal tersebut akan tercermin dalam EBITDA Asian Agri. EBITDA Asian Agri terbesar ketiga dari enam perusahaan sawit terbesar di Indonesia," kata pengamat ekonomi Universitas Indonesia tersebut. (Danang Setiaji Prabowo)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X