Kompas.com - 19/02/2014, 16:47 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia perbankan nasional keberatan dengan pengenaan iuran sebesar 0,03 persen hingga 0,06 persen dari total aset oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) Gatot M Suwondo mengatakan, iuran OJK itu seharusnya dibayarkan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Karena selama ini perbankan telah membayarkan premi kepada LPS.

"Kalau terjadi apa-apa sama perbankan yang bailout LPS. Harusnya LPS yang concern. Kita bayar ke LPS sebagai asuransi. Maunya sih LPS yang bayar," kata Gatot di Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Iuran OJK tersebut, lanjutnya, akan menambah beban biaya perbankan. Dengan demikian, mau tidak mau perbankan kemungkinan akan membebankan kepada nasabah. "Kemana lagi kita akan bebankan?" kata Gatot.

Lebih lanjut, Gatot mengungkapkan meskipun aturan ini terlihat sudah baku dan tak terlihat kemungkinan untuk diturunkan, aturan untuk membayar iuran OJK ini wajib diikuti. "Karena ini sudah Peraturan Presiden ya terpaksa harus kita ikuti. Kalau memang harus bayar, ya bayar," ujar dia.

Sebagai informasi saja, mulai 1 Maret 2014 mendatang,  OJK akan mengenakan iuran sebesar 0,03 persen hingga 0,06 persen dari total aset kepada industri jasa keuangan.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.