Kompas.com - 20/02/2014, 19:14 WIB
Uang palsu kertas pecahan Rp 20.000 , Rp 50.000 dan Rp 100.000 diprint dengan menggunakan kertas yang bertekstur kasar.
KOMPAS.com / Dian Fath Risalah El AnshariUang palsu kertas pecahan Rp 20.000 , Rp 50.000 dan Rp 100.000 diprint dengan menggunakan kertas yang bertekstur kasar.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari seluruh temuan uang palsu sepanjang tahun 2013, peredaran paling banyak terjadi di wilayah Pulau Jawa. Adapun uang palsu yang dimusnahkan hari ini, Kamis (20/2/2014) mencapai 135.110 lembar.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Lambok Antonius Siahaan menjelaskan, temuan uang rupiah palsu berasal dari Jawa Timur sebanyak 22,85 persen, DKI Jakarta mencapai 20,71 persen, Jawa Barat 15,23 persen, Jawa Tengah 13,19 persen dan Yogyakarta 12,30 persen.

"Selama tahun 2013, kami berhasil mendeteksi ada 11 lembar temuan uang palsu dari satu juta lembar. Temuan uang palsu paling banyak berasal dari laporan masyarakat kepada pihak Kepolisian," kata Lambok di Jakarta.

Lambok mengungkapkan temuan uang palsu kemudian dimusnahkan oleh BI bekerjasama dengan Bareskrim Polri. Pemusnahan temuan uang rupiah palsu pada 2013 jauh lebih kecil dibandingkan dengan pemusnahan pada 2011 lalu mencapai 367.049 lembar.

Pada kesempatan sama, Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan, sepanjang tahun 2013 pihak kepolisian menemukan setidaknya 58 perkara tindak pidana pemalsuan uang.

"Ada 115 tersangka yang sudah ditangkap dan ditahan. Ada yang sudah vonis, ada juga yang masih sidang. Seluruh laporan sudah selesai," ujar dia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan dengan NIK KTP

Cara Cek Nomor BPJS Kesehatan dengan NIK KTP

Work Smart
Cara Cek BPJS Kesehatan: Tagihan hingga Tarif Terbaru

Cara Cek BPJS Kesehatan: Tagihan hingga Tarif Terbaru

Whats New
Call Center BPJS Kesehatan Terbaru, Bisa Diakses 24 Jam

Call Center BPJS Kesehatan Terbaru, Bisa Diakses 24 Jam

Work Smart
APSD Gandeng Ritase Dorong Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

APSD Gandeng Ritase Dorong Digitalisasi Pengelolaan Gudang di Bandara

Whats New
Waspada, Ini Ciri-Ciri Entitas Kripto Bodong

Waspada, Ini Ciri-Ciri Entitas Kripto Bodong

Whats New
Animo Masyarakat Terhadap Aset Kripto Naik 50 Persen Hingga Akhir Mei 2021

Animo Masyarakat Terhadap Aset Kripto Naik 50 Persen Hingga Akhir Mei 2021

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] Danau Kelimutu | Pesona Kuil Shinto 1000 Torii | Menjelajah Kota Alexandria

[TREN WISATA KOMPASIANA] Danau Kelimutu | Pesona Kuil Shinto 1000 Torii | Menjelajah Kota Alexandria

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

[KURASI KOMPASIANA] Ide Datang di Kamar Mandi | Mengapa Berpikir Logis Itu Penting?

Rilis
Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Rincian Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2021

Spend Smart
Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Mencantumkan Ikut Seminar dalam CV Lamaran Kerja, Pentingkah?

Work Smart
[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

[TREN HUMANIORA KOMPASIANA] Anak adalah Point of References | Gapyear: Stigma, Doa, dan Cerita

Rilis
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris Bank KB Bukopin yang Baru

Whats New
BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

BKN Minta Calon Pelamar CPNS dan PPPK 2021 untuk Bersabar, Kenapa?

Whats New
Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Bangun Hunian di Jakarta dan Bogor, Adhi Commuter Properti Gandeng Sarana Jaya

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

[KURASI KOMPASIANA] Pencopet di Angkutan Umum, Ini Cara Mengatasi dan Menghindarinya! | Modus Operandi Maling Perlente

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X