Anggaran Jalan Tol Trans Sumatera Belum Masuk APBN 2014

Kompas.com - 24/02/2014, 14:43 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto sangsi, setelah Peraturan Presiden (Perpres) penunjukkan PT Hutama Karya selaku pelaksana proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) keluar, proyek tersebut bakal segera terealisasi. Pasalnya, anggaran JTTS tidak masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014.

"Kalau menugaskan itu harus ada juga APBN yang mendukung dia (Hutama Karya) supaya financially dia bisa. Sekarang dana itu tidak tersedia di 2014. Kalau ditunjuk sekarang, apa mau dia merugi? Pasti enggak mau kan. Kalau kita tunjuk, enggak bisa juga melaksankan apa-apa, wong duitnya enggak ada," kata Djoko di Jakarta, Senin (24/2/2014).

Rencana proyek Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) telah lama bergulir. Bahkan, proyek yang rencananya dimulai dengan membangun empat ruas --senilai Rp 31,5 triliun -- itu pun merupakan salah satu proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Namun, hingga kini, pembangunan JTTS tak kunjung terealisasi karena perpres belum keluar.


Menurut Djoko, jika Perpres dikeluarkan dalam waktu dekat pun, Hutama Karya belum tentu bisa segera merealisasikan pembangunan dalam 1-3 bulan. Skema public private partnership (PPP), lanjut Djoko, bisa menjadi harapan proyek MP3EI koridor Sumatera tersebut. Hanya saja, dari segi keekonomian, menurutnya, investor tidak akan balik modal dengan mudah. Ia mengatakan, imbal balik atau internal rete of return JTTS hanya di bawah 9 persen. Padahal, proyek infrastruktur seperti jalan tol akan menarik bagi investor jika IRRnya 16-18 persen.

Meskipun ia sangsi Hutama Karya memiliki dana untuk menggarap JTTS, namun ia menolak bahwa pemerintah akan melakukan tender. "Bukan (menender). Kita berikan (ke Hutama Karya). Tapi kalau Perpres ditandatangani belum tentu 1-3 bulan ada pekerjaan, karena tidak ada support dari pemerintah," lanjut Djoko.

Sementara terkait penyertaan modal negara untuk Hutama Karya, ia menyatakan, hal itu kewenangan Kementerian Keuangan atas usulan Kementerian BUMN.

Sumatera, yang memiliki pencapaian produk domestik bruto (PDB) nasional tertinggi setelah Jawa, butuh pengembangan yang bersifat mendesak. Peran wilayah, dalam pembentukan PDB nasional untuk Sumatera, cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Di sisi lain, PDB nasional untuk Jawa cenderung menurun. Selain itu, dalam MP3EI yang dicanangkan pemerintah, Sumatera diharapkan menjadi gerbang ekonomi nasional ke pasar Eropa, Afrika, Asia Selatan, Asia Timur, dan Australia. Untuk itu, koridor ekonomi Sumatera sesuai MP3EI membutuhkan infrastruktur pendukung, termasuk jalan tol.

JTTS sudah menjadi bagian dari Asian Highway Network, yang ditandatangani dalam sidang komisi United Nations-ESCAP ke-61 pada 26-28 April 2004 di Shanghai, China. JTTS akan mendukung keterhubungan di kawasan Asia Tenggara sesuai dengan Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.