Raup Kapitalisasi Rp 238 T, BRI Masuk 6 Besar Kapitalisasi Bank di ASEAN

Kompas.com - 25/02/2014, 09:05 WIB
Paparan kinerja keuangan trwiulan I 2003 Bank BRI di Jakarta, Rabu (24/4/2013). Sampai akhir Maret 2013 Bank BRI mencatat laba bersih Rp 5,01 triliun atau meningkat 18,76 persen dibanding periode yang sama 2012.
KOMPAS/HERU SRI KUMOROPaparan kinerja keuangan trwiulan I 2003 Bank BRI di Jakarta, Rabu (24/4/2013). Sampai akhir Maret 2013 Bank BRI mencatat laba bersih Rp 5,01 triliun atau meningkat 18,76 persen dibanding periode yang sama 2012.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bank Rakyat Indonesia Persero (BRI) mencatat peningkatan pesat kapitalisasi saham, mencapai 20,4 miliar dollar AS atau Rp 238 triliun, akhir pekan lalu. Capaian ini menempatkan BRI naik menjadi bank dengan kapitalisasi terbesar kedua di Indonesia.

"Dengan jaringan layanan yang ada di pelosok di Tanah Air, kami yakin BRI akan menjadi daya tarik tersendiri bagi puluhan juta nasabah perbankan," ujar Sekretaris Perusahaan BRI Muhamad Ali dalam siaran pers sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara, Selasa (25/2/2014).

Sebelumnya, BRI menempati peringkat ketiga bank dengan kapitalisasi terbesar di Indonesia. Ali mengatakan, peningkatan kapitalisasi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen BRI dan seluruh pemangku kepentingan di perseroan untuk terus bekerja keras.

Dalam beberapa tahun terakhir, kata Ali, kinerja BRI terus membaik pula. Sejak 2005, kata dia, BRI mencatatkan diri sebagai bank dengan laba cukup besar serta aset yang terus meningkat. Capain untuk BBRI—kode saham BRI—pada akhir pekan lalu itu, imbuh Ali, menempatkan kapitalisasi BRI pada urutan keenam bank di kawasan ASEAN.

"Kami melampaui (kapitalisasi) bank papan atas Malaysia seperti Public Bank Malaysia (20,3 miliar dollar AS) dan CIMB (17,6 miliar dollar AS), Bank Mandiri asal Indonesia (18,8 milliar dolar AS) dan SCB asal Thailand (15,4 miliar dollar AS)," kata Ali.

Ali menyebutkan, di atas BRI masih bertengger DBS asal Singapura dengan nilai kapitalisasi 32,2 miliar dollar AS, Maybank (Malaysia) 26,2 miliar dollar AS, OCBC (Singapura) 26,1 miliar dollar AS, UOB (Singapura) 26 miliar dollar AS, dan BCA (Indonesia) 22 miliar dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

Whats New
IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Dunia Bergejolak, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2022 Dekati 4 Persen

Dunia Bergejolak, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2022 Dekati 4 Persen

Whats New
Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Anggaran Subsidi Energi Bengkak, Harga Pertalite Tetap Tidak Naik

Whats New
Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Niat Cuma Bantu Suami, Istri Ojol Ini Tak Menyangka Bisnisnya Malah Sukses

Smartpreneur
Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Anggaran Subsidi Energi Bengkak Jadi Rp 443,6 Triliun

Whats New
Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Punya Growth Mindset saat Bekerja, Pentingkah?

Work Smart
Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Polda Jatim Ringkus Mafia Pupuk dan Amankan 279,45 Ton Pupuk Subsidi, Mentan SYL Berikan Apresiasi

Rilis
IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

IHSG Mulai Pulih, Simak Cara Mengatur Portofolio Investasi

Earn Smart
Diterpa Sentimen 'Sell in May and Go Away', Apakah IHSG Masih Menarik?

Diterpa Sentimen "Sell in May and Go Away", Apakah IHSG Masih Menarik?

Earn Smart
Kewirausahaan untuk Semua

Kewirausahaan untuk Semua

Smartpreneur
Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Wacana WFA bagi ASN, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo Belum Setuju

Whats New
Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Atasi Krisis Pangan, Bank Dunia Siap Gelontorkan Rp 441 Triliun

Whats New
Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Subsidi Energi Membengkak, Belanja Negara Tahun Ini Dipatok Jadi Rp 3.106 Triliun

Whats New
E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

E-Toll Bakal Diganti Sistem Pembayaran Tanpa Sentuh MLFF, Ini Tanggapan BCA

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.