GAPKI: Industri Kelapa Sawit Kembali Bergeliat Tahun Ini

Kompas.com - 27/02/2014, 13:33 WIB
Shutterstock Kelapa sawit

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menilai industri sawit akan memiliki prospek yang cukup cerah tahun ini, meskipun permintaan dari pasar global belum sepenuhnya pulih.

GAPKI memperkirakan pasokan CPO dari Indonesia naik sebesar 3,3 juta ton untuk keperluan biofuel. Sementara itu, harga CPO dan produk turunannya di pasar internasional juga bakal menembus 1.100 dollar AS per ton.

Hal itu berpotensi mendongkrak nilai ekspor CPO hingga 24,2 miliar dollar AS. Kenaikan harga dipicu berkurangnya suplai global, salah satunya akibat kebijakan Indonesia dalam meningkatkan konsumsi CPO untuk biodiesel di dalam negeri. Mandatori biodiesel di sejumlah negara juga turut berpotensi mendongkrak kenaikan harga komoditas ini.

"Usaha peningkatan produksi kelapa sawit hingga saat ini terus dilakukan, baik secara intensifikasi maupun ekstensifikasi. Usaha intensifikasi dilakukan dengan berbagai penelitian genetik bahan tanaman dan kultur teknis, sedangkan usaha ekstensifikasi dilakukan dengan berbagai program perluasan areal penanaman baru," ujar Direktur Eksekutif GAPKI Fadhil Hasan dalam keterangan resminya, Kamis (27/2/2014).
 
Selama 17 tahun terakhir, produksi minyak kelapa sawit meningkat hampir enam kali lipat, dari 4,8 juta ton minyak sawit mentah (CPO) pada 1996 menjadi 26 juta ton pada 2013.
 
Dalam beberapa tahun ke depan pemerintah berencana untuk memperluas perkebunan kelapa sawit dengan target produksi pada 2020 mencapai 52 juta ton per tahun. Salah satu pertimbangannya adalah naiknya permintaan di pasar internasional terhadap minyak nabati dari kelapa sawit.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorBambang Priyo Jatmiko
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X