Kompas.com - 11/03/2014, 22:01 WIB
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com —
Kementerian Perhubungan akhirnya memberikan kepastian batas waktu kepada Merpati Nusantara untuk dapat terbang kembali.

Jika dalam waktu satu tahun ini maskapai pelat merah itu tak kembali beroperasi, maka bisa saja izinnya dicabut oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. "Ya kita tunggu selama satu tahun, ada terbang lagi atau tidak," kata Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Selasa (11/2/2014).

Dalam jangka waktu yang ditetapkan itu, Kementerian Perhubungan akan melakukan evaluasi guna memutuskan apakah izin Merpati perlu dicabut atau tidak.

Kata Mangindaan, jika ternyata hasilnya tidak memuaskan, maka mau tidak mau, izin operasi Merpati akan dicabut. Meski saat ini tidak beroperasi, izin terbang AOC 121 milik Merpati sudah dibekukan untuk sementara. "Dibekukan sementara. Ini sudah cukup," imbuhnya.

Beberapa waktu lalu, Dirut Merpati Asep Eka Nugraha sudah memastikan bahwa rencana terbang kembali pada bulan ini gagal.

Tanpa menyebut sampai kapan penundaan ini berlangsung, menurutnya, direksi pada saat ini sedang fokus untuk melakukan evaluasi total rencana bisnis. Ia mengungkapkan, perusahaan butuh dana segar untuk operasional. (RR Putri Werdiningsih)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.