6 Jam Sekali, Menhub Cek Kondisi Kabut Asap Riau

Kompas.com - 12/03/2014, 16:14 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi jalan layang di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, yang diselimuti kabut asap, Senin (24/2/2014). Kabut asap di Pekanbaru semakin bertambah pekat akibat kebakaran lahan dan hutan, menurut data BMKG Pekanbaru melalui satelit Terra dan Aqua terdapat 1.234 hotspot di Riau. TRIBUN PEKANBARU/Doddy VladimirSejumlah kendaraan melintasi jalan layang di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, yang diselimuti kabut asap, Senin (24/2/2014). Kabut asap di Pekanbaru semakin bertambah pekat akibat kebakaran lahan dan hutan, menurut data BMKG Pekanbaru melalui satelit Terra dan Aqua terdapat 1.234 hotspot di Riau.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi penerbangan yang terganggu kabut asap Riau memaksa Menteri Perhubungan E.E Mangindaan turun tangan langsung memonitor kondisi tersebut. Namun, dikarenakan kesibukan sedari pagi, yakni memimpin sidang anggota Dewan Energi Nasional (DEN) yang sama pentingnya, Mangindaan kepada wartawan mengaku belum mengecek laporan terakhir.

"Hari ini saya belum cek. Biasanya per 5 atau 6 jam sekali saya minta laporan sudah sejauh apa," ujarnya, di Jakarta, Rabu (12/3/2014).

Mangindaan mengatakan, hari kemarin ada sekitar 58 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru yang dibatalkan akibat kabut asap. Ia menyebutkan, meski belum mengecek lagi, Mangindaan memastikan pihaknya tetap memantau dan memberikan peringatan kepada penerbangan domestik dan internasional.

"Kondisi ini sudah sangat memprihatinkan," lanjutnya.

Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Herry Bakti mengatakan, kondisi kemarin masih cukup parah. Jika api tidak ditangani dengan segera, maka akan terus timbul asap. "Tapi kami juga sudah berkoordiasi dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," tuturnya.

Adapun salah satu langkah penanggulangan kabut asap, sambungnya, adalah dengan membuat hujan buatan. "Izin-izinnya sudah turun, mudah-mudahan bisa dalam waktu dekat. Di lapangan masyarakat dan aparat juga dikerahkan," ujar Herry.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X