Bank Dunia Kritik Indonesia Larang Ekspor Mineral Mentah

Kompas.com - 18/03/2014, 14:54 WIB
Ilustrasi bahan mentah komoditas tambang Kontan/MuradiIlustrasi bahan mentah komoditas tambang
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia memandang pelarangan ekspor mineral mentah yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia sebagai kebijakan yang salah.

Dalam laporan Bank Dunia tentang Perkembangan Triwulan Perekonomian Indonesia, kebijakan tersebut telah meningkatkan ketidakpastian kebijakan pemerintah.

Dalam ringkasan laporan tersebut, juga menyebutkan tujuan Indonesia melakukan sebagian pelarangan dan pajak ekspor baru pada ekspor mineral mentah adalah untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri disektor mineral. Kebijakan tersebut diharapkan mendorong peningkatan pertumbuhan, lapangan kerja, dan penerimaan fiskal.

Namun, Bank Dunia juga menyebutkan bahwa pengalaman internasional menunjukan bahwa kebijakan-kebijakan seperti itu seringkali gagal.

Menurut perkiraan Bank Dunia, dampaknya adalah kerugian terhadap perdagangan bersih Indonesia sebesar 12,5 miliar dollar AS dan kerugian dalam penerimaan fiskal sejumlah 6,5 miliar dollar AS.

Bank Dunia juga menilai Indonesia cukup ambisius dalam mengejar cita-citanya mencapai kesejahteraan, mengindari jebakan negara berpenghasilan menengah dan tidak meninggalkan siapapun di belakang dalam upaya mengejar ketinggalannya dari negara-negara dengan ekonomi berpenghasilan tinggi dinilai.

Menanggapi hal itu, Ekonom Senior Bank Danamon Anton Gunawan mengatakan yang disoroti Bank Dunia mengenai pelarangan ekspor mineral adalah mengenai kebijakan pendukung lainnya.

"Seharusnya pemerintah harus punya kebijakan yang konferhensif, membuat smelter kan butuh listrik, terus apa kebijakan soal listrik di daerah," ujar Anton di Ballroom Intercontinental Hotel Mid Plaza, Jakarta, Selasa (18/3/2014).

Sebelumnya, pemerintah telah membuat kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah kepada perusahan-perusahan tambang yang tidak membangun smelter. Pemerintah juga mengancam akan mengusir perusahan yang bersangkutan jika tidak membangun smelter.

Kebijakan pelarangan ekspor mineral mentah tersebut mengundang pro dan kontra baik dari pengamat ekonomi maupun pihak investor.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Whats New
Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Whats New
LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

Whats New
Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Whats New
Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Whats New
Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Whats New
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Rilis
Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Rilis
IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.