Kompas.com - 20/03/2014, 05:36 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

Segera setelah pernyataan Yellen dan hasil pertemuan FOMC, pasar bereaksi negatif. Mereka menginterpretasi "waktu yang cukup" menurut Yellen adalah kisaran enam bulan dari sekarang. Pada perdagangan Rabu sore waktu setempat, bursa Dow Jones langsung melorot lebih dari 100 poin.

The Fed mengatakan tapering akan tetap di kisaran 10 miliar dollar AS per bulan kecuali bila perekonomian membaik secara sangat signifikan. Mereka menyatakan lebih lambatnya perbaikan ekonomi Amerika kali ini juga adalah imbas dari cuaca buruk yang secara ekstrem menerpa Amerika, terutama di kawasan timur.

Menurut Yellen, cuaca buruk tersebut merupakan penyumbang serentetan pelemahan ekonomi sepanjang awal 2014. The Fed berharap memasuki musim semi, perekonomian pun akan lebih cerah. "Sebagian besar pejabat The Fed berharap ekonomi membaik pada kuartal kedua," ujar dia.

Hanya satu anggota The Fed yang terang-terangan menolak proyeksi baru di bawah kepemimpinan Yellen. Dia adalah Narayana Korcherlakota, Presiden The Fed Minneapolis. Menurut dia arah kebijakan ini akan melemahkan kredibilitas The Fed dan menimbulkan ketidakpastian.

Seperti dikutip dari AFP, hasil pertemuan The Fed langsung "berbuah" penurunan di semua indeks pada penutupan perdagangan Rabu. Dow Jones, ditutup turun 114,02 poin atau 0,7 persen di level 16.222,17. Lalu S&P 500 turun 11,48 poin atau 0,61 persen ke level 1.860,77, sedangkan bursa teknologi Nasdaq Composite Indekx turun 25,71 poin atau 0,59 persen ke level 4.307,6.

Sebelum penutupan, Dow Jones sempat terguncang dengan pernyataan Yellen, mencapai level terendah 16.126,29, sebelum sedikit membaik saat penutupan pasar. Menurut Michael James, Managing Director Wedbush Securities, persepsi perkiraan waktu pernyataan Yellen jauh lebih cepat daripada ekspektasi pasar.

Namun, Hugh Johnson dari Hugh Johnson Advisors mengatakan pasar telah salah menangkap pernyataan Yellen. "Respons spontan pasar berlebihan," ujar dia. Pendapat Johnson terbukti dengan berhentinya aksi jual beberapa saat menjelang penutupan, seiring munculnya kesadaran pasar bahwa Yellen tak mengatakan hal yang spesifik dan berbeda dengan ekspektasi pasar.

Meski demikian, harga obligasi Negara Amerika tetap saja jatuh menyusul pernyataan Yellen. Imbal hasil (yield) US Treasury (UST) 10 tahun naik menjadi 2,77 persen dari 2,68 persen pada perdagangan Selasa (18/3/2014). Yield UST 30 tahun pun naik menjadi 3,67 persen dari 3,63 persen. Kenaikan yield berarti penurunan harga obligasi.

Bagi dunia

Peningkatan nominal tapering apalagi bila diikuti kenaikan suku bunga acuan The Fed, bagi dunia berarti satu hal, dollar kembali menjadi barang mahal di pasaran. Mengapa? Karena instrumen keuangan di Amerika Serikat pun akan kembali lebih menjanjikan dibandingkan istrumen serupa di negara lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.