Kemenhub: Sky Aviation Stop Operasi hingga 31 Maret

Kompas.com - 20/03/2014, 08:02 WIB
Pramugari dari maskapai penerbangan Sky Aviation berpose di dalam pesawat baru jenis Sukhoi Superjet 100, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (28/2/2013). Sebanyak 12 pesawat baru jenis Sukhoi Superjet 100 akan didatangkan secara bertahap dari Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC). 12 pesawat ini nantinya akan melayani rute-rute di daerah indonesia seperti Sorong, Makassar, Jayapura, hingga Luwuk. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES RODERICK ADRIAN MOZESPramugari dari maskapai penerbangan Sky Aviation berpose di dalam pesawat baru jenis Sukhoi Superjet 100, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (28/2/2013). Sebanyak 12 pesawat baru jenis Sukhoi Superjet 100 akan didatangkan secara bertahap dari Sukhoi Civil Aircraft Company (SCAC). 12 pesawat ini nantinya akan melayani rute-rute di daerah indonesia seperti Sorong, Makassar, Jayapura, hingga Luwuk. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
— Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan maskapai Sky Aviation berhenti beroperasi hingga 31 Maret 2014.

Djoko Murdjatmodjo, Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, mengatakan, Sky Aviation telah mengajukan surat permohonan untuk menghentikan seluruh kegiatan operasional maskapai.

"Surat baru dikirimkan Rabu (19/3/2014) sore tadi. Yang saya tangkap, mereka sedang mengalami masalah internal sehingga untuk sementara operasi berhenti dulu," kata Djoko.

Ia mengungkapkan, saat ini Sky Aviation masih menyeleksi proses masuknya investor baru untuk operasional maskapai. "Biasanya investor baru akan melakukan audit dulu. Mereka tentu mau lihat kondisi keuangan dan rencana bisnis seperti apa. Kalau dalam dua sampai tiga hari audit selesai, mungkin saja hari Senin (24/3/2014) mereka bisa kembali terbang," tuturnya.

Seperti diberitakan, Sky Aviation dipastikan berhenti beroperasi untuk sementara karena masih menunggu investor baru yang mau menyuntikkan dana untuk operasional maskapai.

"Ya, sementara kami tutup. Saat ini kami sedang menunggu pembicaraan dengan investor baru," kata Sutito Zainudin, General Manager Marketing PT Sky Aviation, melalui pesan singkat (SMS), Rabu (19/3/2014).

Belum jelas batas waktu penghentian sementara operasional penerbangan Sky Aviation tersebut. Ketika dihubungi, Sutito hanya menjawab, "Saat ini sedang dibahas dan segera diinformasikan."

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Sipil Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) juga memastikan bahwa maskapai Sky Aviation memang berhenti beroperasi untuk sementara waktu sambil menunggu investor baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Tengku Burhanuddin, Sekretaris Jenderal INACA, kabar penghentian operasional salah satu anggota INACA tersebut sudah diketahui sejak Selasa (18/3/2014) malam. "Saya sudah dengar sejak semalam, tapi memang Sky sedang ada negosiasi dengan investor barunya," kata Tengku.

Tengku mengatakan, investor yang saat ini menyuntik dana untuk Sky menolak business plan yang diajukan manajeman Sky sehingga Sky mencari investor baru yang bisa menaungi bisnis dan operasional Sky Aviation.

Namun, Tengku belum tahu siapa investor yang siap memberikan modalnya kepada Sky Aviation.

Sementara itu, kendati berhenti beroperasi, sejumlah pesawat Sky dipastikan belum ada yang ditarik oleh lessor. "Pesawat masih lengkap, tidak ada yang ditarik."

Saat ini, Sky mengoperasikan tiga unit pesawat Sukhoi SSJ-100, lima unit Fokker F50, satu unit Fokker 100, satu unit Caravan, dan satu unit Cirrus SR-22. (san)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Menguat, Rupiah Stagnan

Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Menguat, Rupiah Stagnan

Whats New
Ekspor Dilarang, KKP Selamatkan Rp 138,4 Miliar dari Penyelundupan Benih Lobster

Ekspor Dilarang, KKP Selamatkan Rp 138,4 Miliar dari Penyelundupan Benih Lobster

Whats New
Kurs Rupiah di 5 Bank Hari Ini

Kurs Rupiah di 5 Bank Hari Ini

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Dideportasi dari Malaysia, 145 Pekerja Migran Bermasalah Langsung Dikarantina

Dideportasi dari Malaysia, 145 Pekerja Migran Bermasalah Langsung Dikarantina

Whats New
Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Whats New
[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

Whats New
Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Whats New
Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Rilis
Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Rilis
Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Whats New
13 Sektor Industri Minta Jatah Gas Subsidi

13 Sektor Industri Minta Jatah Gas Subsidi

Whats New
RUU Perlindungan Data Pribadi dan Monetisasi Jejak Digital Pengguna

RUU Perlindungan Data Pribadi dan Monetisasi Jejak Digital Pengguna

Whats New
Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi Lokasi Perawatan Pasien Covid-19

Asrama Haji Pondok Gede Disulap Jadi Lokasi Perawatan Pasien Covid-19

Whats New
Sandiaga Uno Minta Pembangunan Borobudur Highland Dipercepat

Sandiaga Uno Minta Pembangunan Borobudur Highland Dipercepat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X