Freeport Gandeng Antam Bangun Smelter

Kompas.com - 21/03/2014, 10:55 WIB
Aktivitas tambang terbuka Grasberg, PT Freeport Indonesia di Papua, Sabtu (12/5/2012). Tambang terbuka Grasberg (kawasan puncak) yang menjadi andalan selama ini akan ditutup pada 2016, potensi yang mulai ditambang dari deposito bawah tanah masih akan berproduksi hingga 2041. Tahun 2041 adalah masa berakhirnya seluruh kontrak (dan masa perpanjangan) Freeport di kawasan ini.
KOMPAS/AGUS SUSANTOAktivitas tambang terbuka Grasberg, PT Freeport Indonesia di Papua, Sabtu (12/5/2012). Tambang terbuka Grasberg (kawasan puncak) yang menjadi andalan selama ini akan ditutup pada 2016, potensi yang mulai ditambang dari deposito bawah tanah masih akan berproduksi hingga 2041. Tahun 2041 adalah masa berakhirnya seluruh kontrak (dan masa perpanjangan) Freeport di kawasan ini.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek pembangunan pabrik pemurnian bijih mineral (smelter) PT Freeport Indonesia dipastikan dikerjakan secara public private partnership atau kerjasama pemerintah swasta.

"Freeport bersama-sama dengan Antam bangun smelter," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo, di Jakarta, Jumat (21/3/2014).

Sebagaimana informasi Undang-undang No. 4 tahun 2009 mewajibkan adanya peningkatan nilai tambah. Perusahaan tambang besar diharapkan membangun smelter.

Menko Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, Rabu (19/3/2014) memaparkan surat yang dilayangkan Freeport. Di dalamnya, kata Hatta, Freeport bersedia membangun smelter. Namun, Freeport menawarkan skema public private partnership kepada pemerintah.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X