Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

19 Importir Bawang Putih Terbukti Lakukan Kartel

Kompas.com - 21/03/2014, 11:50 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan sebanyak 19 importir bawang putih bersalah melakukan kartel. KPPU mendenda mereka mulai belasan juta rupiah hingga Rp 921 juta,  dengan total Rp 13,3 miliar.

Keputusan KPPU ini diambil dalam sidang Kamis (21/3/2014). Ketua Majelis Komisi, Sukarmi menyebutkan 19 importir tersebut terbukti melanggar pasal 19 c, dan pasal 24 UU No 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. KPPU menilai sebagian dari importir ini sengaja melakukan monopoli dengan cara membatasi peredaran bawang putih di pasaran, sehingga berakibat pada lonjakan harga bawang putih di pasaran.

Importir keberatan atas putusan ini. Yudi Handoyo, pengacara PT Sumber Alam Jaya Perkasa yang dijatuhi denda Rp 837,99 juta dan PT Tunas Sumber Rezeki yang didenda Rp 838 juta, menilai putusan majelis KPPU berat sebelah.

Ia menuding, putusan majelis KPPU ini hanya mempertimbangkan perpanjangan Surat Persetujuan Impor (SPI) yang diurus pihak yang sama. Yudi menilai hakim tak mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mereka ajukan.

Ia menilai unsur perjanjian antarimportir tidak terbukti, tapi itu diabaikan oleh majelis. "Kami akan bicara dengan klien dulu apakah akan mengajukan upaya hukum di pengadilan," ujarnya usai putusan.

Kuasa hukum PT Tritunggal Sukses, Hakim Torong, juga menyatakan tidak puas dengan putusan ini. Tritunggal yang dikenai denda Rp 921,82 juta ini menilai hakim hanya berpedoman kepada satu saksi ahli, yakni Faisal Basri. Padahal ada banyak saksi ahli lainnya dalam persidangan, tapi tidak menjadi pertimbangan hakim.

Di kasus ini, hakim menyatakan Menteri Perdagangan, Dirjen Perdagangan Luar Negeri, bersalah ikut bersekongkol. Tapi KPPU tidak menghukum, cuma memberi rekomendasi perbaikan.
Berikut Daftar Importir Bawang dan jumlah dendanya:
1. CV Bintang     Rp 921.815.235
2. CV Karya Pratama     Rp 94.020.300
3. CV Mahkota Baru     Rp 838.012.500
4. CV Mekar Jaya     Rp 838.013.850
5. PT Dakai Impex     Rp 912.815.730
6. PT Dwi Tunggal Buana     Rp 912.813.750
7. PT Global Sarana Perkasa     Rp 912.813.750
8. PT Lika Dayatama     Rp 704.286.000
9. PT Mulya Agung Dirgantara     Rp 518.733.450
10. PT Sumber Alam Jaya Perkasa     Rp 837.990.000
11. PT Sumber Roso Agromakmur     Rp 842.513.400
12. PT Tritunggal Sukses     Rp 921.815.730
13. PT Tunas Sumber Rezeki     Rp 838.013.850
14. CV Agro Nusa PermaI     Rp 919.597.635
15. CV Kuda Mas     Rp 20.015.325
16. CV Mulia Agro Lestari     Rp 433.267.200
17. PT Lintas Buana Unggul     Rp 921.815.730
18. PT Prima Nusa Lentera Agung     Rp 11.679.300
19. PT Tunas Utama Sari Perkasa     Rp 921.815.235
Sumber: Putusan KPPU
(Noverius Laoli)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kelangkaan Minyakita, Mendag Zulhas: Kita Tambah Stok 50 Persen, Jadi 450.000 Ton

Cegah Kelangkaan Minyakita, Mendag Zulhas: Kita Tambah Stok 50 Persen, Jadi 450.000 Ton

Whats New
IHSG Ditutup Melemah, Ini Saham yang Jadi 'Top Losers' LQ45

IHSG Ditutup Melemah, Ini Saham yang Jadi "Top Losers" LQ45

Whats New
Bahlil: Cari Investor Susah, yang Ada Harus Dikawal dengan Baik

Bahlil: Cari Investor Susah, yang Ada Harus Dikawal dengan Baik

Whats New
Cegah Kerugian Negara, BPK Mulai Audit Keuangan BUMN

Cegah Kerugian Negara, BPK Mulai Audit Keuangan BUMN

Whats New
9 Emiten Indonesia Masuk Daftar ASEAN Asset Class

9 Emiten Indonesia Masuk Daftar ASEAN Asset Class

Whats New
BRI Telah Salurkan KUR Rp 909 Triliun Selama 2015-2022

BRI Telah Salurkan KUR Rp 909 Triliun Selama 2015-2022

Whats New
PIP Catat Realisasi Pembiyaan Ultra Mikro Capai Rp 8,13 Triliun di 2022

PIP Catat Realisasi Pembiyaan Ultra Mikro Capai Rp 8,13 Triliun di 2022

Whats New
Dinas TPHP Kalteng Sebut Food Estate Bantu Tumbuhkan Indeks Pertanian dan Ekonomi Petani

Dinas TPHP Kalteng Sebut Food Estate Bantu Tumbuhkan Indeks Pertanian dan Ekonomi Petani

Rilis
Sandiaga: Presiden Minta Target Kunjungan Wisatawan di 2023 Terpenuhi dengan Penyelenggaraan Event-event Berkualitas

Sandiaga: Presiden Minta Target Kunjungan Wisatawan di 2023 Terpenuhi dengan Penyelenggaraan Event-event Berkualitas

Whats New
Update Rekrutmen CASN 2023: Instansi Diminta Mendata Kebutuhan Formasi

Update Rekrutmen CASN 2023: Instansi Diminta Mendata Kebutuhan Formasi

Whats New
Kementan Sebut Perppu Cipta Kerja Permudah Izin Usaha Sektor Pertanian

Kementan Sebut Perppu Cipta Kerja Permudah Izin Usaha Sektor Pertanian

Rilis
Implementasi B35 Berlaku Besok, Kementerian ESDM Lanjut Uji Coba B40

Implementasi B35 Berlaku Besok, Kementerian ESDM Lanjut Uji Coba B40

Whats New
Mengapa Hary Tanoesoedibjo Mundur dari Dirut MNC Digital?

Mengapa Hary Tanoesoedibjo Mundur dari Dirut MNC Digital?

Whats New
Pupuk Kaltim dan Pemkot Bontang Salurkan Bantuan Kaki Palsu dan Sepatu CTEV untuk Penyandang Disabilitas

Pupuk Kaltim dan Pemkot Bontang Salurkan Bantuan Kaki Palsu dan Sepatu CTEV untuk Penyandang Disabilitas

Whats New
Gadeng Mastercard, Ayoconnect Bakal Percepat Pembayaran Berbasis Rekening Bank

Gadeng Mastercard, Ayoconnect Bakal Percepat Pembayaran Berbasis Rekening Bank

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+