OJK Didesak Atur Tabungan Berhadiah

Kompas.com - 21/03/2014, 13:16 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Persaingan mendapatkan dana pihak ketiga (DPK) di tengah ketatnya likuiditas memaksa perbankan melakukan berbagai macam cara, termasuk tabungan berhadiah.

Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti, membenarkan bahwa hal tersebut masih banyak dilakukan oleh banyak bank. Untuk itu, dia sepakat dengan rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang segera akan mengeluarkan aturan main soal ini.

Destry menilai, tabungan berhadiah akan menambah biaya dana (cost of fund) bank. Begitu juga dengan cash back yang ditawarkan bank.

"Saya sangat harapkan OJK bisa lebih berperan aktif, dana itu tight sekali, jadi ini membuat bank itu melakukan berbagai cara untuk menariknya, antara lain tabungan berhadiah, cash back, bunga yang tinggi sekali. Ini OJK harus masuk (atur)," kata Destry, di Jakarta, Jumat (21/3/2014).

Menurut Destry, tabungan berhadiah, cash back, bunga tinggi, semuanya itu bukan hanya membebani cost of fund bank, namun juga membuat persaingan menjadi tidak sehat. "Itu juga bisa mengganggu kelangsungan bank," imbuhnya.

Atas dasar itu, ia berharap OJK bisa membuat aturan main dan menjadi market intelligent. "Kalau ada bank yang masih melakukan itu, apa sanksinya, gitu," kata dia.

Sebelumnya, OJK berencana merampungkan aturan main program tabungan berhadiah pada kuartal III-2014. Divisi bidang Penelitian dan Pangaturan Perbankan OJK tengah meneliti lebih mendalam mengenai praktik pemberian hadiah yang sekarang terjadi, sebelum dikeluarkannya aturan ini.

Saat ini OJK masih dalam proses meminta masukan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku perbankan. Termasuk apakah akan melarang atau membatasi pemberian hadiah dalam praktik program tabungan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X