Kemendag Programkan "Coldstorage" untuk Hasil Pertanian

Kompas.com - 28/03/2014, 19:12 WIB
Ilustrasi: Seorang petani diatas mobil pick up yang mengangkut hasil sayur mayur petani lokal yang hendak diantar sendiri ke warehouse atau gudang penyimpanan Alfian KartonoIlustrasi: Seorang petani diatas mobil pick up yang mengangkut hasil sayur mayur petani lokal yang hendak diantar sendiri ke warehouse atau gudang penyimpanan
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan pada tahun ini berkomitmen memperbaiki tata niaga hortikultura, yang beberapa di antaranya adalah bawang merah dan cabai. Setiap masa panen, hasil pertanian para petani melimpah dan tidak semuanya terserap pasar.

Akibatnya, hasil pertanian banyak yang busuk, atau kalaupun terjual harganya anjlok. Dengan mempertimbangkan pentingnya penanganan pasca-panen, Menteri Perdagangan, M Lutfi memprogramkan resi gudang yang menyediakan coldstorage untuk menimbun hasil pertanian sebelum terserap pasar.

"Akan ada satu percontohan (gudang) untuk cabai dan satu untuk bawang merah. Investasi untuk coldstorage antara Rp 400 juta hingga Rp 2 miliar," ujar Lutfi ditemui usai membuka Agrinex Expo 8, di Jakarta, Jumat (28/3/2014).

Program ini, sambung Lutfi, seharusnya menggunakan dana yang ada dalam APBN. "Saya lagi lihat dulu. Kan di Kemendag ini ada dana-dana yang bisa dipakai untuk membuat pasar," imbuhnya.

Dengan memperbaiki penanganan pasca-panen, Lutfi berharap posisi tawar para petani pun meningkat.

"Petani sudah mau membayar lebih Rp 300/gram per bulan. Kalau mereka bisa memperpanjang waktu (simpan) hingga 6 bulan, itu posisi tawar dari petani kita sangat baik. Kita bisa swasembada dan kita akan bantu untuk mencapai itu," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X